Habib Salim Segaf Al-Jufri memimpin salat jenazah almarhum Drs. H. Nasrullah, ME, di Masjid Jami’ Ashirot, Jalan Assirot, RT 007/RW 001, Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).
Mantan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kini menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tersebut bertindak sebagai imam salat jenazah yang diikuti ratusan jemaah. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan setelah pelaksanaan salat Jumat.
Sejumlah tokoh ulama, tokoh masyarakat setempat, serta jajaran tokoh PKS turut hadir dalam kesempatan tersebut. Di antaranya Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, H. Achmad Yani, S.IP., M.Pd., dan Ketua DPD PKS Jakarta Barat, H. Narman Syah, S.H.
Wafatnya Drs. H. Nasrullah, ME, menjadi kehilangan mendalam bagi keluarga besar PKS Jakarta Barat. Almarhum merupakan tokoh politik senior PKS di Jakarta Barat yang dikenal aktif dalam kegiatan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain berkiprah di dunia politik, almarhum juga dikenal sebagai dai yang kerap menyampaikan dakwah Islam di berbagai masjid dan majelis taklim. Kiprahnya dalam dakwah dan politik telah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian almarhum kepada masyarakat Jakarta Barat.
Dalam perjalanan politiknya, almarhum pernah menjabat sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta selama beberapa periode, yakni pada 2009–2024. Pengabdian tersebut menjadi bagian dari rekam jejak almarhum dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus menjalankan amanah sebagai kader PKS.
Almarhum wafat pada usia 63 tahun setelah menjalani operasi di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, akibat penyakit tumor lambung. Kepergiannya meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, dan tiga orang cucu, serta duka mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, dan rekan seperjuangan.
Ketua DPD PKS Jakarta Barat, H. Narman Syah, S.H., mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum. Menurutnya, H. Nasrullah merupakan sosok yang dicintai oleh kader, pengurus, dan simpatisan PKS di Jakarta Barat.
“Kami merasa sangat kehilangan, rasa sangat berduka atas kepulangan beliau. Kami semua kader, pengurus, DPD, DPC, DPRa semua kader berkas simpatisan, sangat mencintai beliau tapi ternyata Allah lebih cinta kepada beliau,” kata Narman Syah.
Ia juga menegaskan bahwa almarhum merupakan kader terbaik PKS Jakarta Barat yang meninggalkan keteladanan bagi para kader dalam menjalankan amanah dan perjuangan dakwah.
“Kami bersaksi bahwa beliau adalah kader terbaik Jakarta Barat. Dan beliau menjadi orang yang bisa menjadi keladan buat kita semua kader-kader di Jakarta Barat ini,” sambungnya.
Narman menegaskan bahwa dirinya menjadi saksi atas kebaikan dan keteladanan yang ditunjukkan almarhum selama menjalankan amanah dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami bersaksi bahwa beliau adalah min ahlil khair. InsyaAllah beliau wafat dalam kaadaan khusnul khotimah,” tandasnya.
Lebih lanjut, Narman menyampaikan doa agar Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, melapangkan kuburnya, serta menjadikan tempat peristirahatan terakhirnya sebagai taman surga.
“Kami berdoa semoga Allah ampuni segala dosanya. Allah lapangkan kuburnya. Allah jadikan kuburnya sebagai taman-taman surga,” imbuhnya.
Selain mendoakan almarhum, Narman turut menyampaikan dukungan dan doa bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi kehilangan serta mampu melanjutkan kehidupan dengan penuh ketabahan.
“Dan juga kepada keluarganya yang ditinggalkan, kami berdoa semoga Allah memberikan kesabaran dalam menjalani kehidupannya selanjutnya,” pungkasnya.
Kepergian H. Nasrullah menjadi duka bagi keluarga besar PKS Jakarta Barat. Keteladanan almarhum dalam berdakwah, berkiprah di dunia politik, dan mengabdi kepada masyarakat diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kader untuk melanjutkan perjuangan dakwah serta menjaga ukhuwah dan semangat pelayanan kepada masyarakat.
Sumber :