Sabtu, 13 Juni 2026

PKS Jateng Gelar TFT, Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perubahan Ekonomi Keluargalalintang


SEMARANG, PKS JATENG Online – Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar Training for Trainer (TFT) Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK) pada Ahad (7/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kantor DPTW PKS Jawa Tengah tersebut diikuti oleh perwakilan PEK dari DPD di 35 kota/kabupaten se-Jawa Tengah. TFT ini diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen PKS dalam memperkuat ketahanan keluarga anggota PKS, khususnya dalam bidang ekonomi.

Pada kesempatan tersebut, Hadi Santoso selaku Ketua DPW PKS Jawa Tengah menyampaikan salam hangat dan rasa bangganya kepada peserta yang hadir di acara tersebut. Menurutnya, ketika membicarakan pemberdayaan ekonomi, maka ada dua pendekatan yang bisa dilakukan yakni, meningkatkan pendapatan atau mengurangi pengeluaran.

“Kesimpulan kami hari ini ketika akan membicarakan pemberdayaan ekonomi, maka pendekatannya harus dimulai dari keluarga yakni dibagi ke dalam 2 pendekatan. Pertama meningkatkan pendapatan, kedua mengurangi pengeluaran, dan ini jagonya ibu-ibu,” ungkap Hadi.

Ia juga menyampaikan bahwa kader PKS tidak hanya harus kokoh dalam ranah sosial, tetapi juga harus kokoh secara ekonomi. 

Menurutnya, melalui TFT ini nantinya para ibu perwakilan masing-masing daerah bisa memperkuat fondasi ekonomi keluarga tanpa meninggalkan perannya sebagai ibu, sekaligus bisa bermanfaat untuk ekonomi masyarakat.

“Kami sangat berharap kita tidak hanya ada di ranah-ranah sosial, tetapi juga harus kokoh secara ekonomi. Maka kemudian di sini akan banyak mendapat ilmu, tidak meninggalkan perannya sebagai ibu, tapi juga bermanfaat untuk masyarakat dan fondasi ekonomi,” kata Hadi.

Lebih lanjut, Hadi menyinggung tentang daya tahan berjamaah dan berpartai yang harus terus diasah dengan cara meningkatkan kemandirian, baik di bidang ekonomi keluarga maupun ekonomi masyarakat. Sehingga, hadirnya para ibu Bipeka melalui PEK ini perannya sangatlah besar, terutama bagi masyarakat.

“Sitik mboko sitik, selangkah demi selangkah kita bisa mengasah kemandirian kita. Sebagai kader PKS kita harus tampil prima mengeluarkan energi positif ke masyarakat. Yang kita kedepankan adalah kebaikan, maka insya Allah itu yang akan kita dapatkan,” ujar Hadi.


Potensi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bipeka PKS Jawa Tengah, Titik Kristiana Anggraini, menekankan bahwa PEK ini bukan sekadar wadah kegiatan ekonomi, tapi menjadi pusat pemberdayaan yang mampu menghubungkan potensi keluarga dengan peluang usaha, untuk penguatan keterampilan dan jejaring pemasaran, sehingga pengembangan ekonomi bisa berbasis untuk komunitas sendiri.

“Melalui PPEK ini semoga lahir keluarga yang lebih produktif, mandiri, dan lebih berdaya. Ketika keluarga berdaya secara ekonomi, maka dampaknya akan meluas kepada lingkungan sekitar,” ujar Bu Titik.

Tak hanya mendapatkan pembekalan materi, para peserta juga berkesempatan memamerkan produk UMKM dari masing-masing dapil, sebagai upaya mendorong promosi lokal. 

Melalui kegiatan ini, para kader perempuan diharapkan mampu memperkuat perannya di masyarakat guna berkontribusi pada kesejahteraan daerah, sekaligus menggerakkan serta merangkul para pelaku usaha di lingkungan sekitar.

“Kegiatan TFT ini tidak hanya belajar tentang konsep dan teknik ekonomi keluarga, tapi juga mempersiapkan diri menjadi agen perubahan yang akan menularkan ilmu, semangat, dan keterampilan kepada anggota, yang nantinya bisa berperan dan berkontribusi di lingkungan sekitar daerah masing-masing” pungkas Titik.

Sumber :