Brebes (22/08) — Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, memuji tingginya semangat gotong royong warga Desa Cibendung, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang sukses menyelenggarakan pergelaran wayang golek pada Jumat (21/8/2026) malam.
Acara ini dipadati sekitar 20 ribu penonton dari berbagai penjuru desa dan kecamatan di sekitar Desa Cibendung, Kecamatan Banjarharjo, serta banyak juga dari Provinsi Jawa Barat. Selain dipadati warga dari berbagai kalangan usia secara langsung, pertunjukan ini juga menyedot perhatian lebih dari 8.000 pemirsa melalui siaran daring di YouTube.
Pergelaran seni bertajuk “Semarak Budaya” dalam rangka Syukuran Hajat Bumi ini menghadirkan dalang kondang Ki Dadan Sunandar Sunarya dari Putra Giri Harja 3.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Fikri ini menegaskan, inisiatif ini membuktikan kemandirian warga dalam merawat kebudayaan nasional, terutama ketika kehadiran negara dalam bentuk bantuan nyata masih minim.
“Kalau secara teori di DPR, ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Tapi itu teori, kadang-kadang pemerintah itu hanya catatan, tapi bantuan pun kadang-kadang tidak ada.
Oleh karenanya, ini luar biasa masyarakat Cibendung bisa menyelenggarakan ini,” kata Fikri dalam sambutannya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes), Fikri turut menjembatani aspirasi warga dengan pihak Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI untuk memastikan kelancaran acara tersebut.
Ia berharap, kegiatan pelestarian seni ini dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat.
“Harapannya, ini tidak hanya tontonan, tapi mudah-mudahan nanti ada tuntunan yang bisa kita ambil pelajaran,” tambah legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) itu.
Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap pelestarian seni tradisi, Fikri Faqih menerima cendera mata berupa tokoh wayang Arjuna yang diserahkan langsung oleh sang dalang sebelum turun dari panggung kehormatan.
Sementara, Camat Banjarharjo, Nanang Raharjo, dalam sambutannya bangga atas kerukunan dan kegotongroyongan warga Desa Cibendung.
Nanang menyebutkan bahwa meski secara administratif berada di wilayah Jawa Tengah, masyarakat Kecamatan Banjarharjo yang berada di perbatasan erat menggunakan bahasa dan kebudayaan Sunda dalam keseharian mereka.
Ia juga mengapresiasi Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih yang telah memfasilitasi komunikasi ke pemerintah pusat melalui Kemenbud RI sehingga hajat tahunan warga dapat berlangsung meriah dan kondusif.
Saat pagelaran dimulai, suasana di lapangan sepak bola Desa Cibendung mendadak magis ketika alunan musik gamelan Sapta Pangrungu berlaras salendro bertalu-talu mengiringi lagu “Gapuraning Panggung” yang dilantunkan merdu oleh para sinden.
Detik-detik sang dalang, Ki Dadan Sunandar Sunarya, mulai menarikan wayang di atas kelir disambut antusiasme luar biasa dari penonton.
Suasana malam yang dingin langsung berubah hangat dan riuh saat tokoh jenaka seperti Cepot, Dawala, dan Ucup tampil di panggung. Banyolan (bobodoran) segar tentang kehidupan sehari-hari, candaan seputar hidung besar, hingga gurauan menggelitik tentang “telur asin khas Brebes” memicu gelak tawa riuh dari puluhan ribu penonton langsung maupun pemirsa siaran langsung.
Malam itu, Ki Dadan Sunandar Sunarya membawakan lakon berjudul “Sukma Dewa Kusuma”. Kisah ini menyoroti keberanian tokoh Sukma Dewa Kusuma yang menentang kesewenang-wenangan dewa demi melindungi Semar Badranaya, sosok simbol rakyat kecil.
Sumber :