KARANGANYAR, PKS JATENG Online – Ratusan kader perempuan dari berbagai daerah menghadiri kegiatan Pelatihan Perempuan Siaga (Latansa) Menengah 1 DPD Se-Eks Karesidenan Surakarta pada Ahad (9/8/2026).
Berlokasi di kawasan asri Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunegara I, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kader dari Solo, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, Sragen, hingga Wonogiri.
Mengusung tema “Merawat Hati, Menguatkan Amal, dan Menginspirasi”, ajang pelatihan ini dirancang sebagai wadah penataan spiritual, mental, sekaligus fisik bagi para kader perempuan.
Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menyampaikan dalam sambutannya mengenai pentingnya kedudukan ajang pelatihan ini sebagai muara akhir dari seluruh proses edukasi internal partai.
Beliau menegaskan bahwa seluruh nilai keilmuan, kebersamaan, dan rasa persaudaraan yang selama ini dipelajari dalam pertemuan rutin harus mampu diwujudkan secara nyata melalui tindakan di lapangan.
“Ini merupakan implementasi dari proses tarbiyah dan pendidikan anggota partai kita, sekaligus puncak dari mekanisme kaderisasi PKS. Kalau di dalam unit pembinaan anggota kita mendapatkan ilmu, ukhuwah, kedekatan, ta’aruf, ta’awun, dan takaful, maka di sinilah puncak implementasinya,” ujar Hadi.
Lebih lanjut, beliau juga menggarisbawahi bahwa program Latansa hadir untuk menyuguhkan sistem pembinaan yang menyeluruh (syamil mutakamil).
Menurutnya, padatnya rutinitas harian dan aktivitas dakwah sering kali membuat para kader abai terhadap kondisi kebugaran tubuh, sehingga Latansa menjadi momen penting untuk membangkitkan kembali semangat fisik dan mental.
“Di Latansa ini menjadi titik balik untuk mengingatkan kita bahwa seorang mukmin yang kuat lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Ini adalah bentuk kesiapan kita untuk menggembleng jasadiyah yang mungkin sudah lama tidak menempa fisik akibat terhimpit berbagai aktivitas dakwah dan pribadi,” tambah Hadi.
Senada dengan arahan tersebut, sesepuh partai sekaligus tokoh senior asal Sragen, Marijati, memberikan dorongan moral kepada seluruh peserta.
Beliau menjelaskan bahwa Latansa bukan sekadar kegiatan fisik semata, melainkan sebuah instrumen pembinaan holistik yang dirancang partai demi menyempurnakan seluruh dimensi kehidupan seorang muslim.
“Latansa adalah salah satu cara, wasilah, sekaligus sarana yang disediakan oleh partai ini untuk menjadikan sempurnanya aktivitas kita di dalam berislam mulai dari hati, pikiran, hingga fisik,” ungkap Marijati.
Di samping itu, beliau juga mengingatkan pentingnya menanamkan sikap kesungguhan (jiddiyah) dan keikhlasan berkorban selama mengikuti seluruh rangkaian pembinaan di alam terbuka. Gemblengan ini diharapkan mampu memurnikan niat serta memperkokoh karakter kader dalam menghadapi tantangan keumatan yang semakin kompleks.
“Di sini kekuatan fisik digembleng, di sini dilatih tazkiyah dan pengorbanan, serta di sini dilatih jiddiyah yang sesungguhnya. Semoga ikhtiar ini menjadikan Islam kita semakin kaffah,” tutur Marijati.
Dari Latansa Menengah 1 se-Eks Karesidenan Surakarta ini diharapkan melahirkan figur-figur perempuan yang tangguh, mandiri, dan inspiratif. Melalui pembinaan yang komprehensif ini, para alumni pelatihan siap kembali ke daerah masing-masing untuk merawat nilai-nilai kebaikan serta menginspirasi masyarakat luas.
Sumber :