Senin, 25 Februari 2019

Habib Salim PKS Kunjungi Pesantren Temboro


Magetan (25/2) -- Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Salim Segaf Al-Jufri hari ini mengunjungi Pondok Pesantren Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, dalam lawatannya hari ketujuh di Jawa Timur.

Pesantren Al-Fatah lebih dikenal dengan sebutan Pesantren Temboro karena mendiami areal 50 hektar desa Temboro. 

Karena pengaruh pesantren yang besar, desa inipun dijuluki Kampung Madinah karena kehidupannya yang bernuansakan Islam. Sekitar 12 ribu santri menuntut ilmu di pesantren ini. Belum termasuk para Ustadz, karyawan, dan keluarganya. Santri berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.

Pimpinan MPR Menerima Delegasi Majelis Rakyat Tiongkok



Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menerima kunjungan delegasi Majelis Rakyat Tiongkok (CPPCC) Komite Shan Ghai. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III lantai 9, kompleks MPR, DPR, dan DPD RI, Senayan, Senin (25/2). 

Delegasi CPPCC Komite Shan Ghai, dipimpin Ketuanya Mr. Li Yiping.

Kepada Wakil Ketua MPR, Li Yiping menyampaikan maksud kunjungannya ke Indonesia adalah untuk meningkatkan hubungan baik antara parlemen maupun kedua bangsa. Karena itu, selain bertemu pimpinan MPR, Majelis Rakyat Tiongkok Komite Shan Ghai, mengagendakan pertemuan dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan juga bertemu dengan para pengusaha.

Sabtu, 23 Februari 2019

PKS Kampanye Bebas Pajak Penghasilan Dibawah 8 Juta, Apa Maksudnya?


Berawal dari keresahan yang ada selama empat tahun terakhir. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali melontarkan janji kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) yaitu membebaskan pajak penghasilan masyarakat atau pekerja, buruh, karyawan yang memiliki penghasilan 8 juta ke bawah. 

Ini sebagai bentuk kepedulian, dimana empat tahun terakhir pertumbuhan ekonomi yang stagnan, daya beli masyarakat yang turun.

Kisah Parcel Mewah Bersejarah Haru Suandharu


Haru Suandharu dan istri akan selalu terkenang akan parcel spesial beberapa tahun ke belakang. 

Mengapa? Karena Parcel mewah terindah itu dari modal pribadi dan di antar sendiri sampai rumah.
"Akhirnya besok kita bisa meriahkan Idul Fitri di rumah dengan parcel hasil keringat sendiri ya..." 
Demikian canda Haru Suandharu pada Intan Nur Rahmi sang istri.

Sebenarnya semangat "Aku mampu dan aku bisa" yang ingin tularkan Kang Haru (panggilan akrabnya) pada ratusan guru honorer di Balai Sartika Bikasoga Bandung (Selasa, 12 Februari 2019)

HNW : Indonesia Dipercaya Bangsa Lain Untuk Mengelola Pendidikan

Lengkap sudah jenjang pendidikan yang dikelola oleh Yayasan Al Fityan. Setelah mendirikan Al Fityan School di Tangerang, Medan, Aceh, Goa, Kubu Raya, dan Bogor, kini yayasan itu meresmikan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al Wafa. 

Peresmian perguruan tinggi yang terpusat di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, itu sangat istimewa sebab hadir dalam acara itu, 23 Februari 2019, selain Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW), juga ada Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia. 

Jumat, 22 Februari 2019

Di Depan 30.000 Jemaah, PKS Ajak Pilih Pimpinan Berpihak Pada Rakyat

SITUBONDO - Haul Almarhum KH Ahmad Sufyan Miftahul Arifin ke-7 di Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Panji Kidul dihadiri sejumlah tokoh ulama. 

Para kiai dan habaib yang hadir di hadapan sekitar 30.000 jemaah mengingatkan untuk meneladani sikap tegas Kiai Sufyan yang sangat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini.

Selain puluhan ribu hadirin, Haul KH Ahmad Sufyan juga dihadiri oleh Habib Salim Segaf Al Jufri, Ketua Dewan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera yang didampingi oleh Arief Hari Setiawan, Ketua DPW PKS Jatim. 

HNW : Sejarah Ungkap Peran Umat Islam Dalam Tegaknya Nkri



Jakarta- Wakil Ketua MPR RI Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid, M.A (HNW) mengajak masyarakat Indonesia terutama umat Islam Indonesia untuk mempelajari fakta sejarah peran umat Islam menegakkan NKRI.

Hal tersebut sangat penting sebagai pembelajaran dan tambahan pemahaman di tengah-tengah maraknya mispersepsi yang kadang sangat berlebihan tentang Islam dan umat Islam Indonesia.

Salah satunya adalah peristiwa fenomenal mosi integral yang dilakukan seorang ulama, cendikiawan Islam, politikus Islam, pejuang kemerdekaan Indonesia dan Ketua Fraksi Partai Masyumi di DPR RIS era 1950-an Mohammad Natsir.