Minggu, 26 April 2026

PKS Jadikan Pangan Lokal Pilar Utama Gerakan Ketahanan Pangan dalam Momentum Milad ke-24


JAKARTA (26 April 2026) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus mendorong penguatan ketahanan pangan nasional melalui langkah-langkah nyata yang dimulai dari lingkungan terdekat masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam peringatan Milad ke-24 PKS yang mengusung transformasi dari perayaan menjadi gerakan, khususnya dalam bidang ekonomi, pangan, dan energi.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan yang juga Ketua Milad PKS ke-24, Riyono Caping, dalam acara 2+4 Hour Live Stream Puncak Milad ke-24 PKS, Ahad (26/4/2026), yang disiarkan langsung melalui PKS TV.

Menurut Riyono, peringatan Milad ke-24 PKS tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menggerakkan kesadaran kolektif dalam menghadapi tantangan global, terutama dalam sektor pangan.

"Hari ini kita ingin berbicara tentang produk di sekitar kita, khususnya produk pangan lokal. Milad kita tahun ini mengusung semangat dari perayaan menjadi gerakan, yaitu gerakan ekonomi, pangan, dan energi," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kesiapan menghadapi ketahanan pangan harus menjadi perhatian bersama, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Kader PKS diharapkan mampu menjadi pelopor dalam membangun kemandirian pangan di tengah masyarakat.

"Tadi sudah diulas tentang gerakan ekonomi dan UMKM. Dalam situasi global saat ini, kita ingin kader PKS mulai dari pusat hingga daerah benar-benar siap menghadapi kondisi ketahanan pangan," lanjutnya.

Riyono menjelaskan bahwa kondisi pangan global saat ini menghadapi tantangan serius, salah satunya akibat konflik di berbagai kawasan dunia yang berdampak pada rantai pasok pangan. Meski demikian, Indonesia masih memiliki posisi yang relatif kuat dalam hal produksi pangan, khususnya beras.

Produksi beras dunia mencapai ratusan juta ton setiap tahun, dengan sebagian besar berasal dari kawasan Asia. Indonesia sebagai salah satu produsen beras utama dunia dinilai memiliki kapasitas yang cukup dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Namun demikian, menurutnya, ketahanan pangan yang kuat tidak hanya bergantung pada produksi nasional, tetapi juga pada kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dan komunitas.

"Ketahanan pangan yang diinginkan PKS bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga soal kemandirian. Karena itu, PKS ingin memperkuat pangan lokal. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah memastikan pangan yang dikonsumsi dalam setiap kegiatan partai merupakan pangan lokal, bukan pangan impor," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan pangan lokal dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat di lingkungan masing-masing, seperti memanfaatkan lahan pekarangan untuk kegiatan pertanian dan budidaya sederhana.

"Misalnya dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit untuk menanam cabai, melakukan budidaya lele, atau menanam sayuran secara hidroponik. Di lingkungan DPP sendiri sudah menjadi model percontohan, ada ternak lele, ada hidroponik, dan ada penanaman cabai," katanya.

Menurut Riyono, upaya-upaya sederhana tersebut memiliki dampak nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, karena hasil panen dapat membantu mengurangi pengeluaran kebutuhan sehari-hari.

"Kelihatannya sederhana, tetapi jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, ketika panen minimal dapat mengurangi belanja harian kita," pungkasnya.

Melalui berbagai gerakan tersebut, PKS menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan solusi konkret, sekaligus membangun budaya kemandirian pangan yang berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.

Sumber :