Kamis, 07 Mei 2026

Aher Sambut Kolaborasi LAN RI dan GIDS dalam Penguatan Kapasitas ASN Berbasis Human-Based Governance


Jakarta (08/05) — Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI berkolaborasi dengan German Institute of Development and Sustainability (GIDS) untuk menyelenggarakan pelatihan ASN berbasis pendekatan transformative learning guna memecahkan masalah kebijakan publik. 

Kepala LAN RI Muhammad Taufiq (20/04/2026) menyatakan kerja sama ini bertujuan menciptakan kebijakan yang lebih peka dan dekat dengan masyarakat, atau disebut sebagai Human-Based Governance. 

Pelatihan ini juga mendorong ASN untuk membangun jejaring internasional guna menangani agenda global seperti kemiskinan, pendidikan, dan perubahan iklim. Melalui seminar internasional di Jakarta, kolaborasi ini diharapkan menghasilkan riset bersama.

Menyikapi kolaborasi tersebut di atas, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Ahmad Heryawan, menyambut baik kolaborasi antara Lembaga Administrasi Negara (LAN RI) dengan German Institute of Development and Sustainability (GIDS) dalam penyelenggaraan pelatihan aparatur sipil negara (ASN) berbasis pendekatan transformative learning. 

Kerja sama ini merupakan langkah progresif dalam meningkatkan kapasitas ASN agar mampu menghadapi kompleksitas persoalan kebijakan publik secara lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Pendekatan transformative learning akan mendorong ASN tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berpikir kritis dan solutif dalam menyelesaikan berbagai persoalan publik yang sangat dinamis,” ungkap Kang Aher saat diwawancarai.

Lebih jauh, mantan Gubernur Jawa Barat dua periode ini menilai bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi LAN RI untuk mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih peka, responsif, dan dekat dengan masyarakat, yang dikenal dengan konsep Human-Based Governance.

“Konsep Human-Based Governance menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap kebijakan. Ini sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan,” ujar Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ini.

Terakhir, Anggota Fraksi PKS DPR RI Dapil Jawa Barat II ini menegaskan bahwa pelatihan ini juga memiliki nilai strategis dalam memperluas jejaring internasional ASN sehingga mampu berkontribusi dalam penanganan berbagai isu global seperti kemiskinan, pendidikan, dan perubahan iklim. 

Melalui penyelenggaraan seminar internasional di Jakarta, kerja sama antara LAN RI dan GIDS diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga menghasilkan riset bersama yang dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan publik di Indonesia.

“Kolaborasi ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kapasitas ASN sekaligus memperkaya perspektif global dalam penyusunan kebijakan nasional,” demikian tutup Kang Aher.

Sumber :