Tampilkan postingan dengan label Taufik Kiemas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taufik Kiemas. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Desember 2019

UUD NRI 5.0, PKS The Guardian Of Democracy


BAMBANG Soesatyo (Bamsoet), Ketua MPR RI sepertinya sepakat dengan Ian Shapiro (1996) yang meyakini “Democracy is an ideology of opposition as much as it is one of government.” 

Oleh karenanya, Bamsoet kemarin (26/11/2019) bertandang ke markas parpol yang saat ini disebut Kang Eep Saefullah Fatah menjadi “Market Leader” oposisi di Indonesia; Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kredit positif untuk Bamsoet, sejak dilantik sebagai pimpinan MPR RI beliau terus safari tokoh dan parpol untuk berdialog tema amandemen ini. Kali ini menjadi unik karena oposisi dan PKS cukup siap dalam menyiapkan batasan amandemen yang didorongnya.

Jumat, 10 Juni 2016

Fahri Hamzah : Taufiq Kiemas Sudah Seperti Ayah Sendiri


Ketua DPR dari Fraksi Golkar Ade Komarudin mengenang mendiang mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas. Ade mengaku banyak belajar dari pengalaman suami Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
"Ya saya kan di DPR tahun 1997, 1999, sampai beliau wafat saya punya hubungan baik senior- yunior. Saya banyak belajar dari beliau. Satu, beliau selalu mencari titik yang sama," ujar Ade ketika menghadiri haul wafatnya Taufiq Kiemas di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Rabu (8/6/2016) malam.

Minggu, 09 November 2014

HNW Minta Kader PKS Internalisasikan Nilai Pancasila


Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Hidayat Nur Wahid menyatakan bahwa keberadaan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 mutlak diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal itu disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu saat menyampaikan sosialisasi Pancasila, UUD 1945 kepada kader dan struktur DPW PKS Jateng, Sabtu (8/11/2014).
Menurut Hidayat, tugas dan kewajiban MPR RI adalah menyosialisasikan Pancasila dan UUD 1945 ke masyarakat, dan diharapkan dengan sosialisasi tersebut masyarakat mampu menginternalisasikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari – hari.

Sabtu, 10 Mei 2014

Tafsir 8 Juta suara PKS


Hattrick. Kata itulah yang terlintas di benak saya saat hasil suara PKS dalam pemilu legislatif diumumkan tadi malam. 
Dari mulut Ketua KPU Husni Kamil Manik terucap angka 8.480.204 suara yang diperoleh PKS.
Ini untuk kali ketiga PKS mendapatkan suara di kisaran 8 juta. Pada pemilu 2004 memperoleh 8.206.020 suara dan pada pemilu 2009 mendapat 8.206.955. Bagaimana kita menafsirkan ini ?
Agar tidak salah tafsir, kita harus melihat --meminjam istilah Priyo Budi Santoso-- suasana kebatinan masing-masing pemilu. Mari kita lihat satu per satu.