Tampilkan postingan dengan label Rahmat Abdullah KH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rahmat Abdullah KH. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Oktober 2023

Mengapa Memilih PKS? Kiprah, Capaian, Data, Fakta, Bukti dan Kerja Nyata!

Dari kiri: Amin AK (Anggota DPR RI dari Jatim), 
KH Muslih Abdul Karim (Ketua DSP PKS, 
Alumni Langitan dan Denanyar), 
Gus Aam Wahib Wahab (Cucu Pendiri NU KH Wahab Chasbullah), 
H. Ahmad Syaikhu (Presiden PKS, Alumni Pesantren Buntet Cirebon)


oleh: Gus Aam Wahib Wahab
  • Cucu KH Wahab Chasbullah, Pendiri NU & Pahlawan Nasional.
  • Ketum Khitthah Ulama Nahdliyin (KUN)
  • Ketum Forum Silaturahim Kyai Ulama Habaib Indonesia (FORSIKUHABIN)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim

SIAPA DAN MENGAPA MEMILIH PKS?

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) adalah Partai Politik yang sah menurut UU Pemilu, berbasis agama Islam, yang sejak 2004 sudah ikut Pemilu dan diajak koalisi dalam Pilpres. Menurut saya, PKS adalah partai yang perjuangannya sesuai, selaras, senafas dengan PERJUANGAN NAHDLATUL ULAMA sebagaimana dicontohkan oleh para Muassisnya.

Minggu, 16 April 2023

Fenomena Flexing Pejabat +62, dan Catatan Untuk PKS

PKSFoto/Juliyanto 
Oleh: Alpen Pebri

Ada sebuah istilah yang sedang naik daun akhir-akhir ini, yaitu "flexing". Istilah ini merujuk pada perilaku seseorang yang gemar memamerkan kekayaan dan kemewahan yang dimilikinya.

Flexing atau pamer kekayaan bukanlah sesuatu yang baru ditengah masyarakat Indonesia. Dulu, orang pamer kekayaan terlihat dari banyaknya perhiasan emas yang menempel ditubuhnya. Era keterbukaan media sosial sekarang orang yang hobi pamer kekayaan semakin mendapat panggung.

Selasa, 07 Juli 2020

Mengenang Perjuangan Ustadz Hilmi di Era Permulaan Dakwah PKS




Oleh Aus Hidayat Nur

Habib Aboe Bakar Al Habsyi adalah orang pertama yang mengajak saya dan teman-teman mahasiswa UI mengaji kepada Ustadz Hilmi Aminuddin. Waktu itu, Habib Aboe sendiri masih sekolah di SMA Negeri 7 Jakarta.

Saya bersama beberapa aktivis Masjid Arif Rahman Hakim Salemba UI memulai pengajian ini di sebuah Masjid di Jl Kebon Kacang Tanah Abang. Setelah beberapa kali berjalan rutin, pengajian pun pindah ke rumah salah satu aktivis Masjid ARH di daerah Kebon Melati. Sekitar 300 meter dari rumah Ustadz Hilmi.

Minggu, 21 April 2019

21 Tahun PKS: Perjuangan Merawat Akal Sehat di Dunia yang Bergetah


Dua hari setelah Pemilu 2019, saya bercakap dengan tetangga. Usai mengucapkan terimakasih sudah memilih 02 dan PKS, saya memintanya untuk terus mendoakan agar PKS istiqomah. Juga mengabarkan raihan suara yang melejit.
"Ya, karena PKS punya visi dan misi yang bisa diterima akal sehat," katanya via pesan WhatsApp.
Terminologi 'Akal Sehat' belakangan ini memang semakin moncer paska dilontarkan oleh Rocky Gerung. 

Akal sehat gambaran dari cara berpikir yang tetap lurus meski banyak pihak yang berusaha membelokkannya. 

Dia juga cerminan dari kedalaman wawasan sehingga tetap berpikir jernih, objektif tanpa membabi-buta membela salah satu pihak.

Rabu, 28 November 2018

Habib Salim : Jadikanlah Dakwah Sebagai Panglima dan Menangkan Allah


Azam kita bukan menang untuk berkuasa. Namun menang untuk melayani umat. Menangkan agama Allah maka Allah akan menangkan dakwah kita.

Itulah pesan Habib Salim Al Jufri saat silaturahim dengan sekitar 60 ikhwan dan akhwat di Gedung DPP PKS, Jakarta Selasa sore (27/11/2018). 

Hadir mendampingi Habib Salim diantaranya Ustadz Amang Syafruddin, Ustadz Wibowo dan Ustadz Yusni.

Dari pihak ikhwah yang dulunya dinamakan Forum Kader Peduli (FKP) seolah-olah kembali ke rumahnya. Dari FKP diantaranya hadir Ustadz Habibullah Lc, Ustadz Mintasa, Ustadz Yudi Rahmat, Ustadz Nasir, Ustadz Haikal dan Ustadz lainnya.

Kamis, 23 Juni 2016

Tempo, Ahok, Episode Asyghiliz Zalimin biz Zalimin



Pada dekade 70-an, ketika rezim orde baru semakin otoriter dan umat Islam dilecehkan. 
Para ulama seperti Muhammad Natsir telah berbuat banyak tetapi juga tak mampu mengubah keadaan.
“Kami sudah ngomong, kami sudah sampaikan. Tapi keadaan tak berubah. Umat Islam makin dilecehkan,” kata KH Rahmat Abdullah menirukan sebagian ulama.