Selasa, 27 Januari 2026

Apresiasi Capaian Cek Kesehatan Gratis, Muh. Haris Soroti Kesenjangan Antar Daerah dan Minimnya Tindak Lanjut Pengobatan



Jakarta (27/01) — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Muh. Haris, mengapresiasi pelaksanaan program Quick Win Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tahun 2025, khususnya program Cek Kesehatan Gratis yang dinilainya memberikan dampak besar bagi masyarakat. 

Hal tersebut disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (27/1), di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Menurut Muh. Haris, program cek kesehatan gratis merupakan terobosan yang sangat positif karena telah menjangkau lebih dari 70 juta penduduk, atau sekitar seperempat dari total populasi Indonesia.

“Saya memberikan apresiasi kepada program Quick Win Pemerintahan Pak Prabowo Subianto di 2025, terutama cek kesehatan gratis yang luar biasa. Sudah menjangkau 70 juta penduduk lebih, dan ini sudah seperempat dari penduduk Indonesia yang ikut cek kesehatan gratis,” ujar Muh. Haris.

Namun demikian, ia menekankan masih terdapat sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya adalah kesenjangan capaian antar daerah yang cukup signifikan.

“Di Gorontalo misalnya sampai 50 persen yang ikut cek kesehatan gratis, di Sulawesi Tenggara sampai 48 persen. Tapi di Papua Pegunungan itu baru 0,4 persen. Jadi ada kesenjangan yang jauh antara daerah satu dengan daerah yang lain,” jelasnya.

Selain kesenjangan wilayah, Muh. Haris juga menyoroti rendahnya tindak lanjut pengobatan (treatment) terhadap hasil pemeriksaan kesehatan masyarakat. Ia menyebut, meskipun peta kesehatan masyarakat kini semakin jelas, namun angka pengobatan masih sangat minim.

“Misalnya yang ketahuan gula atau diabetes ada 295 ribu, itu yang di-treatment, yang diobati baru 2,3 persen. Kemudian yang tensi tinggi dari 6,1 juta, yang di-treatment baru 3,1 persen,” paparnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa manfaat program cek kesehatan gratis belum optimal apabila tidak diikuti dengan langkah pengobatan yang memadai.

“Peta kesehatan kita ini sangat bagus sebenarnya. Hanya memang treatment-nya, pengobatannya itu yang masih jauh dari memadai. 

Harapan kita ke depan peta kesehatan yang bagus ini diikuti dengan treatment, dengan solusi, dengan pengobatan yang jelas, sehingga bermanfaat betul bagi perbaikan kesehatan kita ke depan,” tegas Muh. Haris.

Ia pun mendorong pemerintah untuk memperkuat tindak lanjut layanan kesehatan pascapemeriksaan, agar program cek kesehatan gratis benar-benar berdampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Sumber :