Senin, 05 Januari 2026

Tepis Mitos Politik Hambat Karier, Hadi Santoso: Jejaring Organisasi Justru Kunci Sukses Masa Depan


SEMARANG – Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah, Hadi Santoso, mengajak generasi muda untuk membuang keraguan terjun ke dunia politik sejak dini.

Dalam agenda pembukaan Musyawarah Wilayah Garuda Keadilan Jawa Tengah di Semarang, Minggu (4/1/2026), Hadi secara tegas menepis stigma yang beredar bahwa aktivitas politik praktis dapat menghambat karier profesional di masa depan, melainkan menyebut jejaring organisasi sebagai kunci kesuksesan.

Di hadapan ratusan anak muda yang tergabung dalam organisasi sayap kepemudaan tersebut, Hadi meminta agar mereka tidak khawatir bahwa keterlibatan dalam partai politik akan mematikan peluang karier, baik di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ia menekankan perspektif kepemimpinan modern di mana jejaring atau networking yang luas justru menjadi aset utama, mengingat banyak posisi strategis dalam pemerintahan yang proses seleksi dan kinerjanya bersinggungan erat dengan sistem politik.

Politisi yang mengaku sudah aktif berkecimpung di partai sejak tahun 1999 ini mengingatkan agar anak muda tidak terjebak dalam zona nyaman atau playing safe. Menurutnya, usia muda adalah waktu emas untuk menempa diri sebelum tanggung jawab kehidupan semakin kompleks.

“Masa muda, terutama bagi yang belum berkeluarga, adalah laboratorium dan momentum paling strategis untuk bereksperimen serta memberikan kontribusi terbaik saat beban pikiran belum terlalu banyak,” papar Hadi memberikan motivasi.

Selain menyoroti aspek karier dan kepemimpinan, Hadi yang memiliki latar belakang pendidikan Teknik Lingkungan juga mengingatkan pentingnya peran pemuda dalam mengelola alam sebagai bagian dari visi ibadah.

Ia memberikan peringatan keras bahwa ketidakpedulian anak muda dalam mengambil peran mengelola bangsa dan lingkungan saat ini akan berdampak fatal bagi generasi mendatang. Jika pemuda pasif, maka generasi selanjutnya hanya akan menerima sisa-sisa kerusakan atau residu bencana akibat kesalahan pengelolaan saat ini.

Garuda Keadilan sendiri, sebagai penyelenggara kegiatan, merupakan organisasi sayap kepemudaan PKS yang bertujuan membina dan mengembangkan potensi pemuda Indonesia menjadi pemimpin berintegritas serta berjiwa Pancasila melalui pendidikan politik dan pemberdayaan.

Hadi menutup motivasinya dengan menegaskan bahwa negara ini bukan warisan nenek moyang semata, melainkan titipan yang harus dijaga.

“Karena negara adalah hak dan titipan untuk generasi pelanjut,” pungkasnya.

Sumber :