Jumat, 13 Februari 2026

Jadikan Legislator sebagai Etalase Kebaikan, PKS Jateng Mantapkan Langkah Tembus Tiga Besar

Bimbingan Teknis (Bimtek) Pimpinan dan Anggota Legislatif
se-Jawa Tengah, Kamis, (12/02/2026) di Yogyakarta.


YOGYAKARTA, – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah secara agresif memancangkan target untuk merebut posisi tiga besar pada kontestasi politik mendatang dengan membuang budaya sungkan dan menyiapkan kader internal sebagai calon kepala daerah mandiri. 

Tekad strategis tersebut dikukuhkan dalam agenda Bimbingan Teknis Pimpinan dan Anggota Legislatif se-Jawa Tengah yang mengusung tema Sinkronisasi, Asta Cita, dan Jateng Maju di Yogyakarta pada Kamis (12/2/2026).

Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, mengingatkan seluruh anggota dewan bahwa posisi mereka di pemerintahan bukanlah sekadar jabatan administratif semata, melainkan wujud nyata dari etalase nilai perjuangan partai yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat.Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, saat memberikan arahan kepada peserta BIMTEKDA PKS se-Jawa Tengah, Kamis, (12/02/2026) di Yogyakarta.

“Pejabat publik dan alat-alat dewan adalah etalase perjuangan partai. Bapak dan Ibu membawa misi besar dalam mewujudkan cita-cita ideologi kita. PKS lahir dari gerakan religius yang bertransformasi menjadi kekuatan sosial-politik pro-demokrasi. 

Identitas ini harus terpancar dalam setiap kebijakan yang Bapak Ibu kawal,” tegas Kholid memberikan arahan di hadapan ratusan legislator.

 

Menghapus Budaya ‘Pekewuh’ dan Perkuat Tokoh Internal

Untuk mewujudkan target besar tersebut, Kholid secara khusus menginstruksikan seluruh kader untuk segera menanggalkan budaya pekewuh atau rasa sungkan yang selama ini kerap menghambat laju tokoh internal untuk tampil gagah di panggung politik daerah maupun nasional. 

Terlebih lagi, putusan Mahkamah Konstitusi terkait ambang batas tujuh persen kini telah membuka peluang emas bagi PKS untuk mengusung calon kepala daerah secara mandiri di setidaknya delapan belas wilayah strategis di Jawa Tengah.

“Kita harus siap mendorong kader sendiri untuk muncul di kertas suara, baik Pilkada maupun Pilpres. Ini adalah cara kita mengukur sejauh mana dukungan masyarakat terhadap nilai-nilai yang kita perjuangkan,” tambahnya.

Ketua DPW PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso saat memberikan sambutan dalam kegiatan BIMTEKDA pimpinan dan anggota DPRD se-Jawa Tengah.

Mengamini instruksi dari pusat, Ketua Dewan Pengurus Wilayah PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso, menyatakan optimismenya untuk menembus dominasi politik di wilayah yang selama ini dikenal amat kompetitif dan sarat gengsi tersebut. 

Hadi menilai forum bimbingan teknis ini menjadi momentum krusial untuk merapatkan barisan dan menyinkronkan gerakan mesin partai dari pusat hingga ke akar rumput dalam menghadapi dinamika sistem pemilu yang bisa berubah sewaktu-waktu.

“Jawa Tengah adalah wilayah dinamis yang sering disebut sebagai kandang yang diperebutkan. Melalui Bimtek ini, kami merapatkan barisan. Anggota legislatif PKS di Jawa Tengah telah teruji loyalitasnya, setiap kali dipanggil untuk tugas partai, mereka selalu siap merapat,” ujar Hadi.

Sebagai langkah konkret penaklukan target di kandang lawan, Hadi mengungkapkan bahwa PKS Jawa Tengah telah meracik strategi terukur melalui formula Kader, Kaderisasi, dan Pelayanan Publik. 

Melalui pergerakan yang solid dan militansi yang kokoh, partai ini berambisi kuat untuk meningkatkan perolehan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari sembilan menjadi sebelas kursi sekaligus mengunci posisi tiga besar peta kekuatan politik di Jawa Tengah.

Sumber :