Selasa, 28 Juli 2026

Presiden PKS: MPW Perkuat Pembinaan Wilayah dan Pejabat Publik


JAKARTA — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antarstruktur partai dalam membangun organisasi yang solid sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat saat memberikan arahan pada Forum Konsultasi Nasional Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) dan Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) se-Indonesia di Jakarta, Senin (27/7).

Menurut Almuzzammil, pelaksanaan Forum Konsultasi Nasional merupakan wujud kerja bersama antara MPP dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS. Karena forum tersebut juga melibatkan Bidang Pembinaan dan Pengembangan Wilayah (BPPW) serta Badan Pembinaan Pejabat Publik DPP PKS yang memiliki keterkaitan erat dengan tugas-tugas MPW.

"Jadi kerja kita hari ini adalah kerja sinergis, antara MPP dan DPP. Kita hadirkan Ketua BPPW karena ada wilayah khusus dan juga BPPPu karena tugas MPW juga terkait dengan pembinaan pejabat publik di wilayah," ujar Almuzzammil di hadapan 120 orang berasal dari unsur Pimpinan MPP, DPP dan Para Ketua MPW dan Sekretaris MPW PKS seluruh Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan geopolitik global, perkembangan nasional, dinamika daerah, hingga kondisi internal partai harus terus dipantau secara cermat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan politik yang adaptif dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Dalam aspek pengembangan basis dukungan politik, Almuzzammil menekankan pentingnya memperluas jangkauan pelayanan kepada kelompok perempuan serta generasi muda yang diharapkan mampu meningkatkan partisipasi politik perempuan, generasi Z, serta pemilih milenial sehingga regenerasi kepemimpinan partai dapat berlangsung secara berkelanjutan.

"Proses penokohan kader harus tumbuh secara alamiah melalui rekam jejak pengabdian, kapasitas kepemimpinan, kompetensi, dan integritas, bukan semata-mata karena penugasan formal. Seluruh kader diharapkan terus meneguhkan keyakinan ideologis serta semangat pengabdian dalam menjalankan amanah perjuangan partai," tambahnya.

Di sisi lain, Almuzzammil menekankan bahwa kepala daerah dari PKS memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan inovasi dan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, setiap kepala daerah harus memiliki program unggulan yang mampu menjadi identitas keberhasilan kepemimpinan PKS di daerahnya masing-masing.

"Di tingkat lokal para gubernur, bupati, wali kota, kepala daerah, mereka bisa menentukan jalannya pembangunan di daerah. Kita amanahkan untuk menjadi City on the Hill, setiap kepala daerah harus punya program unggulan untuk memunculkan PKS di daerah tersebut," tegasnya.

Almuzzammil kemudian mencontohkan sejumlah inovasi yang telah dijalankan oleh kepala daerah PKS. Di Sumatera Barat, misalnya, hadir program Buya Hamka Muda sebagai upaya membangun karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai kepemimpinan dan keislaman.

Sementara itu di Kabupaten Karimun, PKS mendorong penyelenggaraan seminar yang mengangkat potensi strategis wilayah tersebut sebagai pelabuhan internasional.

"Di Sumatera Barat contohnya ada program Buya Hamka Muda. Di Karimun kita buat seminar yang mengangkat potensi Karimun sebagai pulau pelabuhan internasional menyaingi Malaysia dan Singapura," ungkap Almuzzammil.

Melalui Forum Konsultasi Nasional ini, Almuzzammil berharap seluruh unsur partai, mulai dari MPP, MPW, hingga kepala daerah dan pejabat publik PKS, semakin solid dalam menjalankan peran pembinaan serta menghadirkan kebijakan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik kepada PKS.

Sumber :