KABUPATEN SEMARANG, PKS JATENG Online – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzammil Yusuf, memberikan taujih kepada peserta giat gabungan Latihan Perempuan Siaga (LATANSA) dan Kemah Bela Negara (KEMBARA). Kegiatan tersebut diikuti para kader Utama di Jawa Tengah pada Ahad, (05/07/2026).
Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya memperkuat kapasitas kader dan membangun budaya produktif. Ia juga menekankan persiapan pendidikan anak cucu sebagai pewaris generasi, serta menyiapkan langkah strategis menuju kemenangan dakwah.
Mengawali penyampaiannya, Almuzzammil mengapresiasi para peserta LATANSA dan KEMBARA yang telah lama berkiprah di jalan dakwah. Menurutnya, pengalaman panjang para peserta menjadi modal penting dalam melahirkan generasi penerus perjuangan.
“Para kader PKS yang sudah lama berada di jalan dakwah ini, kalau dalam dunia akademik ibaratnya sudah mencapai jenjang doktor,” ungkapnya.
Ia mengajak seluruh kader untuk tidak hanya fokus pada aktivitas dakwah saat ini, tetapi juga mempersiapkan regenerasi dengan terus mendoakan anak cucu serta para kader binaan agar mampu melanjutkan estafet perjuangan.
Selain membangun kader, Presiden PKS juga mendorong lahirnya budaya intelektual di lingkungan partai. Ia mengajak kader untuk mendokumentasikan perjalanan dan pengalaman perjuangan dalam bentuk tulisan maupun buku agar menjadi warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi kader muda. Presiden yang kerap disapa Bang Jamil ini menjelaskan kekuatan fisik yang menjadi modal utama dalam dakwah.
“Kondisi fisik yang prima menjadi salah satu modal utama dalam menjalankan amanah perjuangan secara berkelanjutan.”
Dalam kesempatan tersebut, Presiden PKS juga menegaskan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) membuka ruang seluas-luasnya bagi kader untuk memberikan kritik dan masukan. Ia menekankan bahwa setiap persoalan harus diselesaikan melalui dialog yang baik dengan mengedepankan semangat mencari solusi bersama.
Almuzzammil juga mengingatkan tentang ta’ziz intajiyati atau penguatan produktivitas perjuangan. Ia menegaskan bahwa kemenangan tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dirancang melalui strategi dan kerja bersama.
“Kita ingin menang, maka kemenangan itu harus kita rancang,” tegasnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, ia menyampaikan bahwa PKS telah menetapkan dua sayap gerakan yang akan memperluas jangkauan pelayanan dan perjuangan partai, yaitu Perempuan Adil Sejahtera (PAS) dan Gema Keadilan. Kedua organisasi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang terbuka bagi siapa pun yang ingin ikut berkontribusi memenangkan PKS.
Presiden PKS juga mengingatkan bahwa selama perjuangan yang ditempuh mengikuti jejak Rasulullah SAW, maka seluruh kader harus optimistis terhadap masa depan dakwah.
“Selama mengikuti perjuangan Rasulullah SAW, yakinlah bahwa ini adalah jalan yang benar dan kemenangan akan datang,” pesannya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara unsur profesional, kader, dan struktur partai. Menurutnya, kemenangan dakwah hanya dapat diraih apabila seluruh elemen bergerak secara terpadu dengan semangat saling menguatkan.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri anggota Fraksi PKS dari DPR RI dan DPRD di Jawa Tengah, serta jajaran pimpinan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah.
Sebagai penutup, Presiden PKS mengisahkan perjuangan pendiri PKS, Hilmi Aminuddin, yang menyebarkan dakwah dengan berbagai keterbatasan. Dari perjuangan tersebut lahir produk utama dakwah berupa para du’at yang kemudian meneruskan perjuangan hingga saat ini.
Dengan kisah tersebut, ia mengingatkan seluruh peserta LATANSA bahwa tidak alasan untuk tetap berjuan meski dalam keterbatasan.
“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berjuang selama tetap menjaga keikhlasan, konsistensi, dan semangat membangun kemenangan dakwah,” pungkasnya.
Sumber :