Rabu, 08 Oktober 2014

Rencana KMP Revisi UU yang Berbau Liberal Didukung PKB



Jakarta. Rencana Koalisi Merah Putih (KMP) melakukan revisi terhadap 122 undang-undang yang sudah berlaku dan berbau liberal, salah satunya UU Perbankan mendapat dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ketua DPP PKB Abdul Qadir Karding sepakat dengan rencana KMP yang akan merevisi 122 UU. Khususnya UU yang akan direvisi adalah yang berbau liberalisme.
“Saya sepakat kalau revisi UU yang liberal direvisi dan diarahkan ke masyarakat kita. Kalau tidak, kita akan habis oleh kapitalisme yang kuat. Malah senang kami kalau diubah UU yang berbau liberal itu,” kata Karding di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2014) dini hari dikutip dari detikcom.

Senin, 06 Oktober 2014

KMP Panik !


Hadapi momentum di Gedung Dewan hari ini, ternyata Kubu KMP - Koalisi Moncong Putih panik. Koalisi Moncong Putih yang selama ini menyebut diri Koalisi Indonesia Hebat, memang semakin hebat berbohongnya. Kebohongan terbaru adalah pernyataan Pramono Anung.
Juru Bicara Prabowo Subianto, Andre Rosiade, mengatakan pemilihan Ketua MPR pernah dilakukan melalui voting. Hal itu dikatakan Andre untuk membantah pernyataan politikus senior PDI P Pramono Anung.

Gubernur Jabar Potong Hewan Qurban Sendiri


Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang akrab disapa Aher pada Hari Raya Idul Adha 1435 H yang jatuh pada Minggu (5/10/2014) ini berkurban sebanyak 9 ekor kambing dan 3 ekor sapi. Yang menarik, Ia menyembelih hewan kurbannya sendiri.

Usai shalat Ied yang diselenggarakan di lapangan Gasibu, Bandung, Aher menyerahkan hewan kurban ke Masjid Raya Jawa Barat. 

Selepas itu, Aher bersama menyiapkan lubang penampungan darah hewan kurban dengan mencangkul sendiri, lalu ia mulai memotong hewan kurbannya. Yang pertama adalah menyembelih hewan kurban berupa domba. Kemudian bersama-sama menguliti, potong-potong dan dikemas per paket sebelum dibagi-bagikan kepada masyarakat.

Sabtu, 04 Oktober 2014

“Sapi Dagangan PDIP Gak Laku di Senayan”


Jakarta - Hashtag #SaveCeuPopong jadi worldwide trending topic di Twitter setelah Popong memimpin sidang perdana dan sekaligus pemilihan pimpinan DPR periode 2014-2019. Dengan gayanya yang khas, akhirnya dini hari tadi terpilih pimpinan DPR paket yang diusung oleh koalisi merah putih (KMP).
Ada bintang lain sebenarnya yang menentukan kemenangan KMP mendapatkan kursi pimpinan DPR, bergabungnya fraksi Demokrat dalam paket pimpinan DPR oleh KMP menjadi penentu bahwa koalisi Indonesia Hebat yang dikomandoi oleh PDIP akan kesulitan memenangkan paket pimpinan dewan yang mereka ajukan.

Mahfud MD - RUU dan Perppu Pilkada


Meski sering disebut sebagai bangsa pelupa, mungkin masih banyak di antara kita yang tidak lupa ketika pada 1997 tiba-tiba Menteri Penerangan (Menpen) Harmoko dicopot oleh Presiden Soeharto.
Setelah berhasil mengantarkan Golkar menjadi pemenang pemilu (1997) dengan kisaran kemenangan 73%, Ketua Umum Golkar yang juga Menteri Penerangan (Menpen) itu pada Juni 1997 dicopot dari jabatannya sebagai Menpen.
Presiden Soeharto tiba-tiba melakukan reshuffle kecil, mencopot Harmoko dan mengangkat Kepala Staf Angkatan Darat Hartono sebagai Menpen.

Rabu, 01 Oktober 2014

Inilah Sosok Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR dari PKS



Jakarta. Waktu subuh telah hampir tiba saat Ketua dan 4 Wakil Ketua DPR terpilih diambil sumpahjabatannya oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Keempat pimpinan tersebut adalah Setya Novanto, Ketua DPR yang berasal dari Fraksi Partai Golkar, dan dengan empat Wakil Ketua, masing-masing Fadli Zon (Fraksi Gerindra), Agus Hermanto (Fraksi Partai Demokrat), Taufik Kurniawan (Fraksi PAN) dan Fahri Hamzah (Fraksi PKS).
Benar, itu adalah Fahri Hamzah yang selama ini dikenal publik sebagai anggota dewan yang kerap menyuarakan hal kritis terkait kasus century yang merugikan negara dan rakyat puluhan triliun rupiah. Ia juga yang dengan gigih melawan adanya lembaga negara yang superbody dan anti pengawasan, serta Fahri juga yang memperjuangkan agar BPK eksis sebagai lembaga akuntabilitas negara yang kredibel dan dipercaya rakyat.

Koalisi Merah Putih Kuasai Pimpinan DPR 2014-2019



Jakarta. Sidang Paripurna DPR akhirnya menetapkan paket pimpinan DPR yang diajukan enam Fraksi sebagai Pimpinan DPR periode 2014-2019.

Enam fraksi DPR, Gerindra, Golkar, PAN, PPP, PKS dan Demokrat mengajukan lima nama pimpinan DPR yang sama yaitu :


Ketua dari Fraksi Partai Golkar Setya Novanto,
Wakil Ketua DPR, Fraksi Gerindra, Fadli Zon,
Wakil Ketua DPR, Fraksi Partai Demokrat, Agus Hermanto
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN, Taufik Kurniawan MS,
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah.