Tampilkan postingan dengan label Hatta Rajasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hatta Rajasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Desember 2015

Hidayat Nur Wahid: PKS Tetap Partai Oposisi


Jakarta – Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid mengaku tidak memahami siapa yang menghembuskan isu bahwa PKS akan bergabung dalam Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kala (Jokowi-JK).
Hidayat menegaskan, komitmen PKS tetap berada dalam Koalisi Merah Putih (KMP). Dia mengatakan, tidak ada keinginan partainya bergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang mendukung Pemerintah Jokowi-JK.

Minggu, 05 April 2015

"SURAT TERBUKA" Untuk Prabowo Agar Selamatkan Indonesia


SURAT TERBUKA

Kepada Yth.: Bapak Prabowo Subianto, DR. Ing. H. BJ. Habibie, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Hutomo Mandala Putra, Yusril Ihza Mahendra, Ahmad HeryawanAssalamu'alaikum Wr. Wb.,
Bersama surat ini, teriring salam hormat dan do'a dari saya seorang anak bangsa yang sangat mengharapkan kedamaian, keutuhan dan keselamatan Bangsa dan Negara yang sama-sama kita cintai ini.
Bapak-Bapak Bangsa yang saya cintai,
Memperhatikan situasi dan kondisi Rakyat saat ini dan dengan memahami kondisi Bangsa dan Negara akhir-akhir ini. 

Minggu, 01 Maret 2015

Zulkifli Hasan Terpilih Sebagai Ketua Umum PAN 2015-2020


Zulkifli Hasan, Ketua Umum
Partai Amanat Nasional (PAN)
Periode 2015-2020. (rmol.co)
Bali. Melalui proses pemilihan suara yang ketat, akhirnya Zulkifli Hasan terpilih sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2015-2020 dalam kongres keempat partai itu di Nusa Dua, Bali, Ahad (1/3) malam.
Zulkifli Hasan berhasil mengalahkan Hatta Rajasa di Kongres IV PAN, Bali. Perolehan suara kedua calon tersebut bersaing dengan sangat ketat. 
Zulkifli memperoleh 292 suara sementara Hatta hanya mendapat 286 suara. Sebanyak 4 surat suara dinyatakan tidak sah.

Senin, 17 November 2014

KIH dan KMP Berdamai, Ini Lima Butir Kesepakatannya


Jakarta. Penandatanganan damai antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) dilakukan hari ini, Senin (17/11). 
Dalam penandatanganan tersebut, hadir kelima pimpinhan DPR, yakni Ketua DPR Setya Novanto dan empat Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Fahri Hamzah, Taufik Kurniawan, dan Agus Hermanto.
Kubu KIH diwakilkan oleh politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Pramono Anung dan Olly Dondokambey, Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Victor Laiskodat, Ketua Fraksi Hanura Dossy Iskandar, Ketua Fraksi PKB Helmy Faishal, Wakil Ketua Fraksi PDIP Utut Adianto. 

Kamis, 25 September 2014

Hasil Voting Paripurna DPR: 226 Pilih Pilkada Melalui DPRD, 135 Pilih Pilkada Langsung



DPR RI melaksanakan rapat paripurna hingga Jum’at dini hari (26/9/2014). Setelah melalui pembahasan yang alot mengenai RUU Pilkada, akhirnya DPR RI melakukan voting. Hasilnya, mayoritas anggota DPR yang hadir pada saat paripurna mendukung agar pilkada dilaksanakan melalui DPRD.
Dalam voting tersebut terdapat 2 opsi, yaitu Pilkada Lewat DPRD atau Pilkada Langsung. Voting dihadiri oleh 361 orang anggota DPR. Hasilnya, 226 anggota DPR mendukung pilkada lewat DPRD, dan 135 anggota DPR mendukung pilkada langsung.

Berikut ini rincian hasil votingnya:

Selasa, 09 September 2014

UU Pilkada Sah, Koalisi Prabowo Borong 31 Gubernur, Kubu Jokowi Gigit Jari


Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) yang didalamnya terdapat mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Gubernur, Walikota dan Bupati) akan disahkan pada tanggal 25 September 2014.
Demikian hasil keputusan Rapat Pimpinan DPR bersama pimpinan fraksi di ruang pimpinan DPR, Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/9/2014).
Hingga saat ini, hanya PDIP dan Hanura yang tetap ngotot menginginkan adanya pemilihan langsung untuk Gubenur, Walikota dan Bupati. PKB menginginkan adanya pemilihan langsung hanya untuk gubernur, sedangkan untuk walikota dan bupati dipilih oleh DPRD.
Sebaliknya partai pendukung Prabowo yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih: Gerindra, Golkar, PKS, PAN, PPP dan Demokrat sepakat seluruh kepala daerah dipilih oleh DPRD.

Sabtu, 06 September 2014

Koalisi Jokowi Kembali Gigit Jari


Pergerakan parlemen dalam pembahasan RUU Pemilihan Kepala Daerah menghasilkan sebuah opsi menarik. Pilkada melalui mekanisme DPRD.
Mekanisme ini beresiko, rakyat tak lagi memilih pemimpinnya melalui pemilihan langsung. Wakil mereka di DPRD lah yang akan melakukannya.
Pilihan politik ini semakin menunjukkan koalisi Jokowi-JK di parlemen tak punya suara. Habis dihajar Koalisi Merah Putih. Hanya bisa gigit jari.
Dalam berbagai momentum politik di parlemen, koalisi Jokowi tak bisa banyak bersuara.
Sebut saja soal pimpinan Panitia Khusus Tata Tertib DPR RI yang disapu bersih oleh Koalisi Merah Putih (KMP), partai pendukung Prabowo-Hatta dalam Pemilu Presiden 2014 lalu.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Sri Bintang Pamungkas : Prabowo Boleh Kalah, Tapi Jokowi Tidak Boleh Menang


DR.Sri Bintang Pamungkas bicara lantang, dan mengatakan, Prabowo boleh kalah, tapi Jokowi tidak boleh menang', tegasnya dalam acara diskusi yang digelar oleh Progres 98, di cafe Taman Ismail Marzuki.
Bintang menambahkan, dibelakang Jokowi adalah para konglomerat hitam yang sudah menghabiskan uang rakyat ratusan triliun, tambahnya. Bagaimana Jokowi akan membela rakyat, jika dibelakangnya para konglomerat hitam, tukasnya Bintang.?
Bintang juga tidak percaya terhadap keputusan MK (Mahkamah Konstitusi), karena kasus yang menimpa mantan Ketua Akil Mochtar, yang kemudian dihukum seumur hidup oleh pengadilan Tipikor, menandakan MK tidak dapat dipercaya, ujarnya. Bahkan MK diplesetkan sebagai 'Makelar Kasus'.

Kamis, 21 Agustus 2014

Ini Pernyataan Resmi Prabowo Sikapi Putusan MK


Prabowo Subianto tidak ikut konferensi pers yang dihelat Koalisi Merah Putih pada Kamis (21/8) malam. Padahal, konferensi pers tersebut sangat penting untuk menyikapi sikap kubu Prabowo.
Dikutip dari Republika Online, Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham menyatakan, Prabowo tidak hadir lantaran menjenguk korban demonstrasi yang terkena gas air mata. Berikut sikap Prabowo yang diunggah melalui Facebook resminya, setelah menjenguk para pendemo yang merupakan pendukungnya.
Selamat malam sahabat. Malam ini saya ingin kembali menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya yang setinggi-tingginya kepada seluruh sahabat yang telah bergabung di halaman Facebook ini, atas atas kepercayaan, dukungan dan doa' yang selama ini telah saudara berikan kepada saya dan mitra saya saudara Muhammad Hatta Rajasa.

MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo, Ini Kata Yusril


Mahkamah Konstitusi menolak seluruh gugatan Prabowo-Hatta soal pilpres. Itu diputus dalam sidang putusan yang digelar Kamis (21/8/2014).
Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengaku sejak awal telah menduga MK akan mengambil putusan seperti itu.
"Waktu yang tersedia bagi Prabowo Hatta untuk menyusun permohonan dan mengemukakan alat bukti dalam persidangan, sangatlah terbatas," kata Yusril dalam keterangan persnya, Kamis (21/8/2014), seperti diberitakan inilah.

Kamis, 14 Agustus 2014

Aneh! Ada Wartawan Metro Jadi Saksi Mewakili KPU Dogiyai


Ketua Majelis Hakim, Jimly Asshiddqie terlihat kaget ketika saksi yang dihadirkan KPU Dogiyai, Papua berprofesi sebagai wartawan. Kepada majelis hakim saksi yang diketahui bernama Sebastian Tebai mengaku sebagai wartawan.
"Wartawan Metro, Pak. Saya bekerja sebagai operator di KPU Dogiyai," kata Sebastian, dalam sidang DKPP, di ruang Kemenag, Jakarta, Rabu (13/8/2014). Demikian diberitakan sindonews.
Mendengar keterangan saksi, Jimly timbul penasaran. Dia pun bertanya lebih lanjut. "Anda aktif di kegiatan politik?," tanya Jimly.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Belajar Demokrasi dari Gugatan Pilpres Prabowo-Hatta


Biar gak salah informasi akibat media yang tidak memberikan informasi yang benar.
Ini (gambar atas -red) adalah materi gugatan pilpres kubu Prabowo-Hatta di MK: 

PEROLEHAN SUARA (VERSI KPU)
(1) Prabowo-Hatta = 62.576.444 suara (46,85%)
(2) Jokowi-JK = 70.997.833 suara (53,15%)

PEROLEHAN SUARA (VERSI Tim Hukum Prabowo-Hatta)
(1) Prabowo-Hatta = 67.139.153 suara (50,26%)
(2) Jokowi-JK = 66.435.124 suara (49,74%)

Selasa, 05 Agustus 2014

Puluhan Ribu Massa Pendukung Prabowo-Hatta Padati Gedung MK


Jakarta - Puluhan ribu massa pendukung Prabowo-Hatta mendatangi Gedung Mahkamah Konstitusi, Rabu (6/8/2014) pagi.
Mereka ingin memberikan dukungan kepada tim Prabowo-Hatta yang akan menjalani sidang perdana gugatan hasil Pilpres 2014.
Mereka membawa bendera Partai Gerindra dan bergambar Prabowo. Sidang rencananya akan digelar pada 10.00 WIB.
Anggota Tim Kampanye Nasional Prabowo-Hatta Andre Rosiade menyatakan, sudah ada koordinasi dari pendukung dan simpatisan Prabowo-Hatta di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Jumlahnya sekitar 30 ribu sampai 50 ribu orang.

Prabowo-Hatta Berpeluang Menang di MK


Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berpeluang untuk memenangkan gugatan terkait sengketa Pilpres 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK).
Pakar hukum tata negara Margarito Kamis menilai secara umum peluang kemenangan itu terbuka, karena ada dua hal yang menjadi acuan dalam keputusan hasil Pilpres 2014. Acuan itu, kata Margarito yang pertama adalah terdapat permasalahan dalam level prosedur paling bersifat fatal.

Jumat, 01 Agustus 2014

MK Akan Segera Usut Dugaan 50 Juta Suara Prabowo-Hatta yang Digelapkan


Mahkamah Konstitusi (MK) akan segera menggelar sidang Perselisihan Hasil Pilpres yang diajukan oleh kubu Prabowo-Hatta. Sidang perdana dijadwalkan akan digelar 6 Agustus besok. 
Tim hukum Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengklaim jumlah suara bermasalah pada Pemilu Presiden 2014 bertambah dua kali lipat. Jika pada saat pendaftaran ke Mahkamah Konstitusi (MK) lalu klaim suara bermasalah itu sebanyak 21 juta, maka kini jumlahnya meningkat menjadi 50 juta.

Minggu, 27 Juli 2014

Alasan Prabowo-Hatta Yakin Menang di MK


Koordinator Polonia Centre, Mustofa Nahrawardaya menegaskan, tim hukum Prabowo-Hatta akan memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi. Ia menyebutkan beberapa faktor yang membuat tim Prabowo-Hatta bisa memenangi gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Faktor yang pertama, PKS pernah punya pengalaman serupa di Sulawesi yang kalah di KPUD namun menang saat menggugat ke MK. Polanya sama dengan yang terjadi dengan kecurangan pilpres 2014 ini," katanya di Jakarta, Minggu 27 Juli 2014.

Selasa, 22 Juli 2014

Hasil Pilpres Janggal, DPR Bentuk Pansus Pilpres


JAKARTA--Ketua Komisi II DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, pihaknya akan membentuk Panitia Khusus Pemilihan Presiden Pilpres (Pansus Pilpres) Jilid II.
Menurut Agun, rencana pembentukan Pansus tersebut karena pelaksanaan Pilpres 2014 banyak kecurangan dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak melaksanakan tugasnya.
"Seharusnya KPU bersikap arif dan bijaksana dalam menyikapi laporan kecurangan dan keberatan yang disampaikan Tim Prabowo-Hatta. Jadi, kita akan bentuk Pansus Pilpres Jilid II secepatnya, karena memang banyak kejanggalan yang terjadi," kata Agun di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa.

Minggu, 20 Juli 2014

Rekapitulasi Suara 20 Provinsi, Prabowo-Hatta Unggul Sementara


Data rekapitulasi perolehan suara pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) dari 20 provinsi yang telah dilangsir oleh website KPU (http://pilpres2014.kpu.go.id/dc1.php) pasangan Prabowo-Hatta unggul sementara dengan perolehan 34,472,505 atau 52,11 persen. 
Sementara pasangan Jokowi-JK memperoleh 31,674,705 atau 47,89 persen. Total suara yang masuk sebesar 66,147,210.
Berikut data lengkap:
1. Aceh 1,089,290 (Prabowo-Hatta) 913,309 (Jokowi-JK)
2. Sumatra Barat 1,797,505 (Prabowo-Hatta) 539,308 (Jokowi-JK)
3. Riau 1,349,338 (Prabowo-Hatta)1,342,817 (Jokowi-JK)
4. Jambi 871,316 (Prabowo-Hatta) 897,787 (Jokowi-JK)

Sabtu, 19 Juli 2014

Adik Prabowo Menyesal Pernah Tolak Bertemu Pimpinan PKS


JAKARTA - Partai Gerindra sudah menjalin koalisi dengan enam partai untuk mengusung Prabowo-Hatta, bahkan hingga menandatangani koalisi permanen. Tapi ternyata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo pernah ogah bertemu PKS dan kini ia menyesal.
"Saya menyesal perilaku saya di masa lampau yang menolak bertemu pimpinan PKS. Itu dosa besar saya," kata Hashim saat memberikan sambutan di Ibadah Pengucapan Syukur atas Kemenangan Prabowo-Hatta 2014-2019 di JCC, Senayan, Jumat (18/7/2014).

Jumat, 18 Juli 2014

Unggul 175 Ribu Suara, Prabowo-Hatta Juara di Aceh


Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memenangi perolehan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 di Provinsi Aceh. Pasangan nomor urut satu itu meraih 1.089.299 suara atau 54 persen dari total pemilih.
Dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh di Asrama Embarkasi Haji Banda Aceh, Prabowo-Hatta tercatat unggul 175.981 suara, dibanding pasangan rivalnya Joko Widodo-Jusuf Kalla yang hanya meraup 913.309 suara atau 45 persen. Sementara 58.485 suara dinyatakan rusak.