Sabtu, 29 April 2017

(Berita Foto) Fraksi PKS Se-Indonesia Berkumpul Di Jakarta


Jakarta (27/4) – Fraksi PKS DPR RI menggelar Rapat Akbar Pimpinaan Fraksi PKS se-Indonesia mulai Kamis (27/4) hingga tiga hari ke depan di Hotel Sahid Jakarta. 
Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengatakan bahwa Rapat Akbar ini dihelat sebagai ajang konsolidasi dan kesamaan langkah Fraksi PKS pusat hingga daerah dalam rangka mengokohkan khidmat untuk rakyat guna meraih kemenangan PKS di Pemilu 2019.

Pesan Syukur Ketua Majelis Syuro PKS atas Kemenangan DKI


Jakarta (28/4) – Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Salim Segaf Al-Jufrie menyampaikan rasa syukur dan berterima kasih kepada segenap pihak yang telah memenangkan Pilkada DKI dengan kerja luar biasa.
Menurut Menteri Sosial era Presiden SBY periode 2009-2014 ini, kemenangan tersebut tentu sepenuhnya atas skenario dan campur tangan dari Alloh, Tuhan Semesta Alam.
“Jika kita melihat kembali perjuangan kita dalam Pilkada DKI kemarin, kita sudah dalam posisi pasrah mengingat masifnya serangan dari tim lawan untuk menghalalkan segala cara dalam meraih kemenangan, misalnya pembagian sembako dan sebagainya,” jelas Habib Salim dalam Rapat Akbar Pimpinan Fraksi PKS se-Indonesia di Hotel Grand Sahid Jakarta, Kamis (27/4).

Kamis, 27 April 2017

Rapat Akbar, Jazuli Inginkan Irama Fraksi Pusat-Daerah Selaras



Jakarta (27/4) – Fraksi PKS DPR RI menyelenggarakan Rapat Akbar Pimpinan Fraksi PKS se-Indonesia di Hotel Grand Sahid, Jakarta. 
Acara yang berlangsung mulai Kamis (27/4) hingga Sabtu (29/4) ini, sekaligus dihadiri oleh Gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan.
Dalam sambutannya, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan tujuan diselenggarakannya acara ini adalah agar irama kebijakan Fraksi PKS di tingkat pusat (DPR) dapat selaras dengan yang ada di tingkat daerah (provinsi, kabupaten dan kota).

FPKS Dukung Perjanjian Penetapan Batas ZEE Indonesia


Jakarta (26/4) – Fraksi PKS DPR RI mendukung penuh RUU Perjanjian Penetapan Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 2014 antara Indonesia dengan Filipina.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Fraksi PKS DPR RI yang sekaligus Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta saat melakukan Rapat Kerja bersama dengan pemerintah, Selasa (25/4).
“Kami mendukung RUU perjanjian ini segera disahkan dan direalisasikan. Perjanjian ZEE dengan Filipina ini merupakan salah satu dari beberapa perjanjian yang harus segera dibuat antara pemerintah dengan negara-negara tetangga yang masih memiliki sengketa terkait perbatasan wilayah,” jelas Sukamta.

Senin, 24 April 2017

PKS Ingin Menangi 60 Persen Pilkada 2018


PALEMBANG -- DPP Partai Keadilan Sejahtera berharap bisa meraih sekitar 60 persen kemenangan untuk calon kepala daerah yang diusung dan didukung partai itu pada pemilihan kepala daerah serentak 2018. 
Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Mohammad Sohibul Iman menyampaikan hal itu saat ditanya usai membuka rapat koordinasi wilayah dan rapat koordinasi daerah di Palembang, Sabtu (22/4/2017).
Menurut dia, pada pilkada tahun 2015 calon yang diusung dan didukung PKS menang sekitar 52 persen kemudian pada pilkada serentak 2017 sekitar 56 persen. "Pada pilkada 2018 nanti kita ingin sekitar 60 persen usungan dan dukungan PKS menang," katanya.

PKS: Indonesia Terlalu Besar Dikelola 1-2 Golongan


SEMARANG, PKS Jateng Online - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah KH Kamal Fauzi menilai negeri ini terlalu besar untuk dikelola hanya oleh satu-dua golongan atau kelompok saja.
"Semuanya harus menyatu. Bangsa ini, negeri ini terlalu besar untuk diurus 1-2 golongan saja," 
katanya, usai Malam Tasyakuran Milad Ke-19 PKS yang berlangsung di Hotel Grasia Semarang, Rabu (19/4) malam.

Polling Twitter Pilkada Jabar: Publik Meyakini Ridwan Kamil Bakal Keok Jika Didukung PDIP Nasdem Dkk


Dakwah Media - Usai kalahnya Ahok-Djarot yang diusung koalisi PDIP Nasdem dkk di Pilkada DKI 2017, kini publik ramai membicarakan Pilkada Jawa Barat 2018.
Seperti diketahui, NASDEM sudah resmi deklarasi mengusung Ridwan Kamil sebagai cagub di Pilkada Jabar 2018. Dan kemungkinan besar PDIP juga akan bergabung seperti di Pilkada DKI.
Lantas bagaimana tanggapan publik terkait kans bagi calon yang diusung NASDEM PDIP di Pilkada Jabar 2018 pasca kekalahan PDIP Nasdem di DKI ?