Tampilkan postingan dengan label Akbar Tandjung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akbar Tandjung. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Agustus 2015

KMP Kompak di 17 Agustus


DEPOK - Partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) tampak kompak di perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-70 yang diselenggarakan di kawasan Karanggan, Depok, Jawa Barat, Senin (17/8). 
Tampak hadir Prabowo Subianto (Ketua Umum Partai Gerindra), Fadel Muhammad (Waketum Partai Golkar), Mohamad Sohibul Iman (Presiden PKS), Djan Faridz (Ketua Umum PPP), Eddy Soeparno (Sekjen PAN) memimpin rombongan masing-masing partai anggota koalisi.

Kamis, 09 April 2015

Prabowo: Jangan Robek-robek Hukum !


Jakarta | POL
KETUA Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menghadiri acara Pelantikan Pengurus Pusat Partai Gerindra, di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, pada Rabu (8/4/2015).
Dalam pidatonya yang juga dihadiri sejumlah petinggi Koalisi Merah Putih (KMP), Prabowo mengatakan bahwa KMP menginginkan kedamaian. Ia menegaskan para pelaku politik untuk lebih bisa menjaga hukum.

Sabtu, 14 Maret 2015

Akbar Ungkap Kegagalan JK Ketika Pimpin Golkar


Politisi senior Partai Golkar Akbar Tanjung mengungkapkan kegagalan Jusuf Kalla ketika memimpin partai berlambang pohin beringin itu.
Menurutnya, masyarakat harus diberi pembelajaran politik mengenai Partai Golkar. Oleh karena itu, Akbar pun berkisah ketika dirinya kalah dari Jusuf Kalla dalam Munas Golkar tahun 2004.

Rabu, 03 Desember 2014

Secara Aklamasi ARB Terpilih Ketua Umum Golkar Periode 2014-2019


Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical resmi menjabat Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk periode 2014-2019. ARB terpilih secara aklamasi oleh peserta Musyawarah Nasional (Munas) IX Bali hari ini.
Demikian disampaikan Ketua SC yang juga Ketua Sidang Munas IX, Nurdin Halid saat memimpin sidang di Mangupura Hall, Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12).
"Dengan demikian, Ir. H. Aburizal Bakrie ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar terpilih secara aklamasi untuk periode 2014-2019," ujar Nurdin sambil mengetuk palu, dikutip RMOL.

Kamis, 20 November 2014

Hari ini KMP Jateng Dideklarasikan


Solo. Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta hari ini menghadiri deklarasi Koalisi Merah Putih (KMP) Jawa Tengah yang berlangsung di The Sunan Hotel, Solo, Kamis (20/11).
Dalam sambutannya di hadapan seluruh peserta deklarasi Anis menyampaikan rasa syukurnya karena deklarasi tersebut bisa dilaksanakan lebih cepat dari jadwal semula setelah diawali oleh deklarasi KMP DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu.
“Saya yakin, rekan-rekan Koalisi Merah Putih di Jawa Tengah bisa menghadapi segala tantangan yang ada,” ujar Anis.

Senin, 02 Desember 2013

Perkara LHI: Keadilan Substantif atau Keadilan Lipstik yang Akan Menang?



Saya kira sidang LHI mencapai antiklimaks, setelah semua fakta mengemuka. LHI dituntut 18 tahun penjara oleh jaksa KPK dengan dua dalil utama: korupsi dan pencucian uang. 
Kita tahu unsur korupsi: memperkaya diri sendiri atau orang lain; merugikan negara; melawan hukum, jika satu tak terpenuhi maka batal demi hukum.

Tuduhan korupsi LHI tak terjadi kerugian negara, berbeda dengan Hambalang atau Century, kuota impor bukan diskresi LHI. 

Minggu, 13 Oktober 2013

[Misteri Bunda Putri] Fadel Muhammad Akui Jenderal Ahmadi Pendiri Golkar



Jakarta  — Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad mengenal Jenderal Ahmadi sebagai pendiri partai beringin tersebut. 
"Ya, (Jenderal Ahmadi) adalah salah satunya. Dia pernah jadi Ketua Golkar DKI Jakarta," kata Fadel kepada Aktual.co, Jumat (11/10).
Jenderal Ahmadi, sambung Fadel, adalah perwira TNI Angkatan Darat yang bertugas di DKI Jakarta.
Ia tidak berafiliasi dengan ormas-ormas yang membentuk partai atau yang terbentuk dari Golkar.

Senin, 03 Juni 2013

3 Orang ini dianggap berkhianat oleh Soeharto

Rentetan demonstrasi pada 1998 lalu membuat pemerintahan Soeharto tidak bergerak. Tak hanya itu, Soeharto merasa dikhianati sejumlah orang kepercayaannya ketika ingin membenahi kabinetnya yang sudah berada di ujung tanduk.
Meski tidak pernah mengungkapkannya ke publik, Soeharto menyimpan nama orang-orang yang dianggap pernah mengkhianatinya. Pemandangan itu justru terekam jelas ketika menjelang hari-hari akhir Soeharto.
Selama menjalani perawatan di rumah sakit, Soeharto dan keluarga sempat menolak kehadiran orang yang dianggapnya pengkhianat. Tanpa segan-segan, Soeharto dan keluarga menolak kedatangan mereka untuk menjenguk atau melihat langsung kondisinya.

Berikut nama-nama mereka yang dianggap Soeharto sebagai pengkhianat.