Kamis, 20 April 2017

PKS: Ketakutan SARA Tidak Terbukti, Pilkada Aman dan Damai



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan bahwa pemilihan gubernur DKI Jakarta hari ini, Rabu (19/4), berlangsung aman dan damai. 
Segala macam kekhawatiran akan adanya konflik suku, agama dan ras, terbukti tidak pernah terjadi.
“Dalam pilkada, seolah Jakarta menghadirkan pertempuran yang SARA. Agama, rihlah, Tamasya Al-Maidah, 212, ternyata berlangsung dengan aman dan damai. Sekarang pilkada juga demikian, aman dan damai,” ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, dalam konferensi pers di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jaksel. Hidayat dan Sandiaga Uno menghadiri jumpa pers itu.
Pilkada hari ini diwarnai oleh rumor-rumor tidak sedap soal konflik SARA. Hidayat menegaskan rumor itu tidak benar. Hari ini, pilkada berlangsung tanpa adanya gangguan keamanan.
“Tidak ada pergerakan dari kalangan umat Islam, khususnya yang mengkhawatirkan. Semuanya telah berjalan sesuai hukum,” kata Hidayat.
Hidayat mengatakan, aspirasi umat Islam di Jakarta bukan sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan. Negara ini, kata Hidayat, juga dihadirkan oleh perjuangan umat Islam di bawah bendera Partai Masyumi di bawah kepemimpinan M Natsir.
Hidayat juga membantah ketakutan beberapa orang yang khawatir keberagaman Jakarta saat ini tidak akan luntur di bawah kepemimpinan Anies-Sandi.
“Anies-Sandi adalah tokoh yang menghargai pluralitas, dukungan terhadap mereka bukan hanya dari kalangan Islam saja, tapi dari agama lain,” ujar Hidayat.
“Beliau (Anies) adalah cucu dari bapak bangsa pendiri negara ini, HR Baswedan. Sebagai cucunya, beliau juga akan merawat Bhinneka Tunggal Ika,” lanjut Hidayat lagi.
Pernyataan Hidayat disampaikan setelah beberapa exit poll menunjukkan keunggulan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dari Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. PKS, kata Hidayat, mengucapkan terima kasih atas dukungan rakyat Jakarta.
“Saya, PKS, menyampaikan terima kasih. Jazakumullahu khoiron katsiro,” ujar Hidayat.
Sumber :