Rabu, 22 November 2017

HNW: Berpegang Pada Empat Pilar Agar Indonesia Tetap Bersatu



Saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada masyarakat di Tanah Abang, Jakarta, 17 November 2017, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menceritakan beberapa tahun yang lalu ada negara adi daya yang bernama Uni Soviet. 

Negara besar yang pernah ada itu akhirnya bubar setelah ada kebijakan keterbukaan yang diluncurkan oleh Presiden Mikhail Gorbachev. "Mereka bubar menunjukan ideologi yang dimiliki tidak kokoh," ujar.

Apa yang dialami oleh Uni Soviet menular ke Yugoslavia. "Di Yugoslavia ada Presiden Tito yang sangat kuat," ujarnya. "Namun setelah Tito meninggal negara itu bubar," tambahnya. Menurut HNW pecahnya Yugoslavia menjadi beberapa negara menunjukan ideologi yang dimiliki juga tidak kokoh.

Apa yang terjadi di Uni Soviet dan Yugoslavia itu diharapkan tidak terjadi di Indonesia. Bila Yugoslavia pecah, bisa jadi rakyatnya kembali ke wilayah etnis masing-masing seperti Kosovo, Montenegro, Serbia, dan Bosnia. Pun demikian yang terjadi di Uni Soviet, rakyatnya bisa kembali ke Tajikistan, Usbek, dan lainnya.

Hal demikian tentu sulit terjadi di Indonesia. "Sebab masyarakat kita sudah multietnis," ujar HNW. Dicontohkan banyak provinsi di Indonesia penduduknya sudah multietnis. "Mau kembali ke mana?" tanyanya. "Jadi Indonesia beda dengan kedua negara tadi," paparnya.

Untuk itulah dalam kesempatan tersebut, HNW mengajak kepada masyarakat agar melaksanakan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, agar bangsa Indonesia tetap utuh dan bersatu.

Sumber :
http://www.mpr.go.id/posts/hnw-berpegang-pada-empat-pilar-agar-indonesia-tetap-bersatu