Minggu, 24 Desember 2017

Hidayat Nur Wahid : Jalan Moderat Sebaiknya Dipilih, Bukan Islam Phobia Atau Indonesia Phobia



Jambi - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid membuka Sosialisasi Empat Pilar di gedung Bappeda, Provinsi Jambi, pada Selasa (19/12).

Dalam acara yang dihadiri Wakil Gubernur Jambi, Fachrori Umar, anggota MPR RI, Sidi Hermanto Tanjung dan Ketua FPRJ (Forum Peduli Remaja Jambi) ini, Hidayat mengatakan, sosialisasi empat pilar pada tanggal 19 Desember kali ini bertepatan dengan Hari Bela Negara.
" Sosialisasi Empat Pilar kali ini mengingatkan bahwa Indonesia itu dibela oleh berbagai atau banyak pihak, termasuk oleh tokoh partai pada waktu itu yakni, Partai Masyumi. Tokoh Syafruddin Prawiranegara yang mendirikan pemerintah darurat di Sumatera Barat karena ada kekosongan kekuasaan, agar Indonesia tidak dijajah lagi oleh Belanda,"kata Hidayat.
Momentum ini menurut Hidayat Nur Wahid, sangat bagus bagi warganegara Indonesia sehingga membuat kita semakin mengenali Indonesia, semakin paham sejarah Indonesia dan semakin mampu membela Indonesia di tengah persoalan kondisi phobia Indonesia bahkan Islam phobia. "Indonesia ada karena tokoh-tokoh Islam dan tokoh kebangsaan," katanya.

Hidayat menjelaskan, sosialisasi empat pilar ini untuk menyegarkan kembali ingatan pada sejarah Indonesia. "Kita harus berada dalam jalan moderat, tidak berada pada Islam phobia dan Indonesia phobia," jelasnya. Menurutnya, Indonesia adalah warisan para ulama yang hebat. "Kita harus mengenali Indonesia, karena tak kenal maka tak sayang.

Ia mengatakan, bela negara dihadirkan karena gabungan semua unsur seperti, umat Islam dan tokoh kebangsaan dalam menghadapi tantangan ke depan yakni, separatisme, radikalisme, komunisme, atheisme dan liberalisme.
" Ini sebuah momentum memahami yang baik dan benar tentang Indonesia melalui Sosialisasi Empat Pilar dalam menghadapi separatisme, radikalisme, komunisme, atheisme dan liberalisme," katanya.
Di sisi lain, implementasi Sosialisasi Empat Pilar dalam kehidupan mahasiswa, jangan dibayangkan sebagai suatu yang rumit. "Bila sudah mengamalkan maka kita sudah melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.Ini realita sehari-hari, bukan menara gading yang sulit dijangkau."

Sementara itu anggota MPR Sidi Hermanto Tanjung berpendapat, kita harus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan umat Islam memiliki kontribusi menjaga NKRI. " Kita harus menguatkan rasa nasionalisme dan menjaga Indonesia," katanya.

Sumber :