Minggu, 10 Agustus 2014

Fahri Menilai Koalisi Permanen Berdampak Positif Bagi Demokrasi



Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengatakan koalisi permanen bisa memberi dampak positif bagi pematangan demokrasi di Indonesia. 
Disamping itu, kata Fahri, partainya akan setia dengan gagasan koalisi permanen di parlemen itu.

"Kami PKS akan tetap berada di koalisi permanen. Koalisi ini penting bagi demokrasi kita," kata Fahri kepada wartawan di Jakarta, seperti dikutip republika online, Jum'at (8/8)

Menurut Wakil Sekjen PKS ini, koalisi permanen mengharuskan partai-partai bersikap konsisten dengan pilihan politik yang diperjuangkan. Dengan begitu, akan ada corak pembeda yang jelas antara partai-partai yang tergabung dalam koalisi permanen dengan yang bukan.

"Konfigurasi kekuatan politik ini harus dijaga," ujarnya.

Dia mengatakan, koalisi permanen juga akan menjadi kekuatan penyeimbang pemerintahan mendatang. Cita-cita ini ibarat kontestasi politik antara partai Republik dan Demokrat di Amerika Serikat. Dimana kedua partai selalu saling kritik.

"Supaya ada perimbangan terhadap tesis dan anti tesis. Amerika Serikat itu sampai sekarang masih mempertahankan konservatisme (Republik) dan liberalisme (Demokrat)," kata pria yang juga anggota Komisi III DPR RI ini.

Dia percaya partai-partai lain yang telah tergabung dalam koalisi permanen tidak akan berkhianat. Sebab menurutnya partai-partai di koalisi permanen juga memiliki cita-cita untuk memperbaiki wajah demokrasi di Indonesia.

"Semua ingin demokrasi lebih sehat lewat konsistensi terhadap ide dan nilai perjuangan," ujarnya.

Sejumlah partai yang menandatangani koalisi permanen adalah PKS, Golkar, Gerindra, PAN, PPP, dan Demokrat.[dm/pasberita]
Sumber :