Senin, 04 Agustus 2014

Dari Kudeta Mesir Hingga Jihad Gaza



Peta kekuatan utama dlm konteks #Gaza & zionis sdh terlihat sejak kudeta militer thd presiden #Mursi. #Gaza hanya mempertegasnya.
Sebagian muslimin yang mendukung kudeta militer Mesir & saat ini secara terbuka mendukung zionis gempur #Gaza rata2 berideologi sekuler liberal.
Di luar liberalis, ada alasan yg membuat sebagian muslimin khususnya rakyat Mesir juga mendukung kudeta thd #Mursi.
Mulai dari alasan kesulitan BBM & listrik, gangguan stabilitas oleh demo, sampai cap Ikhwan teroris.
Padahal Mursi saat itu blm 1thn berkuasa & semua itu adl konspirasi oleh militer, media sekuler & mantan rezim Mubarak yg msh kuasai negara.
Dengan perang #Gaza sekarang, konspirasi itu semakin nyata didukung langsung oleh Israel, AS dan sekutunya di TimTeng.
As Sisi dinaikkan utk lenyapkan ancaman Mesir thd Israel & mudahkan Israel kuasai #Gaza yg blm tunduk melalui blokade.
Di Mesir sendiri As Sisi tlh membunuh ribuan rakyat & penjarakan puluhan ribu penentangnya.
Kondisi ekonomi yg buruk dll yg jadi alasan lengserkan Mursi ternyata jauh lbh parah di masa As Sisi meski ia peroleh gelontoran dana dr luar.
Pemberangusan media oposisi & kontrol ketat terhadap masjid jadi kebijakan dominan As Sisi.
Pemerintahan Mursi yg diboikot dr sgl bantuan luar malah relatif berhasil memulai pembangunan ekonomi & wibawa Mesir.
Juga tak ada demonstran yg ditangkap apalagi dibunuh, media pun bebas bahkan utk mencaci Mursi.
Dukungan As Sisi secara terbuka thd Israel malah mencoreng muka rakyat Mesir yg mayoritas anti Israel.
Jadi, alasan terkuat lengserkan Mursi sebenarnya adalah karena Mursi & Ikhwan membahayakan Israel.
Selain alasan ketakutan terhadap keberhasilan pemerintahan kelompok Islam moderat yang akan memperkuat kepercayaan rakyat kepada mereka.
Apalagi Mursi mulai kerjasama dengan Turki & menentang rezim Basyar Asad yang membantai rakyat sunni Suriah.
Yang menyedihkan adalah fatwa sebagian "ulama" yg membenarkan kudeta berdarah di Mesir.
Dalilnya: 
Karena gejolak di Mesir di masa Mursi adalah perebutan kekuasaan & kekacauan (fitnah), siapa yang menang & kendalikan keadaan harus didukung.
Bahkan mereka memfatwakan boleh membunuh demonstran aksi damai yang menentang As Sisi sebagai pihak pemenang (hakim mutaghallib).
Terjadilah pembantaian di Rabia, Nahda, & area demonstrasi lainnya di berbagai wilayah Mesir.
Anehnya mrk yg mengeluarkan fatwa ini tdk mengharamkan demo anti Mursi saat ia msh menjabat presiden terpilih secara demokratis.
Fatwa aneh ini tdk hanya dikeluarkan oleh segelintir "ulama" Mesir, tp juga diamini oleh rekan sejawat mrk di negara2 Teluk.
Keanehan fatwa ini & fakta bhw tujuan dr semua itu demi kepentingan zionis Israel, menyadarkan banyak ummat Islam khususnya di TimTeng.
Ulama & cendikiawan yg "melek" thd konspirasi sdh sejak lama memperingatkan ummat ttg bahaya "perang thd Islam".
Bahaya perang thd Islam dg dalih perang thd terorisme.
Yaitu menjadikan aksi teror sebagian kecil kelompok ekstrem utk menyerang & menuduh kaum muslimin yg moderat sbg teroris juga.
Padahal kelompok ekstrem & aksinya merupakan rekayasa atau dibantu oleh intelijen penguasa negara lokal & internasional.
Atau untuk menuduh perjuangan kemerdekaan Palestina yg hendak mengusir penjajah Israel dg cap teroris
Kembali kpd dalil mrk yg membenarkan kudeta di Mesir: kekacauan (fitnah) antara sesama muslim, yg ambil alih kekuasaan hrs didukung.
Sebagian yg msh ragu atau malu2, tidak mendukung AsSisi tp melarang membela demonstran pro Mursi dg dalil kekacauan sesama muslimin.
Padahal pendapat yg tepat: fitnah (kekacauan) yg kita tidak boleh ikut campur adalah jika mana yg benar & yg salah msh samar.
Saat konflik #Gaza (Hamas) vs Israel, dalil ini tdk bisa mrk gunakan lagi.
Krn jelas konfliknya penjajah kafir vs pejuang muslim, bukan kekacauan sesama muslim.
Artinya status jihad fi sabilillah yg dilakukan oleh rakyat #Gaza & Palestina sdh tidak dapat diragukan lagi.
Ini yg semakin menyadarkan kaum muslimin yg tulus meski berbeda pendapat dg #Hamas utk mendukung perjuangannya.
Di sinilah skenario mencap Ikhwanul Muslimin & Hamas sbg teroris oleh AsSisi, AS & pemerintah Arab ketahuan maksudnya.
Hamas yg menjadi motor penggerak perlawanan Palestina adalah sayap Ikhwan di Palestina.
Karena dalil lama sdh expired, maka "dalil" yg baru utk membiarkan Israel menggempur #Gaza adalah krn Hamas itu teroris.
Bahkan jauh ke belakang cap negatif thd Ikhwan - yg memang selalu menjadi garda depan melawan Israel - sdh dilakukan.
Cap ahli bid'ah, khawarij (krn sering demo protes kezaliman penguasa) sdh lama disematkan kpd Ikhwan oleh sebagian pihak.
Jadi dalil mrk membiarkan Israel membantai rakyat #Gaza: krn kita tidak boleh membantu teroris atau ahli bid'ah atau khawarij.
Biarkan Israel lucuti senjata #Hamas krn #Hamas itu ikhwan, ahli bid'ah. Jadi Israel itu ahlus sunnah gitu??!
Bahkan kelompok ISIS di Suriah sdh mengkafirkan Hamas: perangi Hamas yg murtad hrs lbh didahulukan dr perangi kafir asli (Israel).
Tp mrk tidak mau jg terlalu jelas mendukung pembantaian warga sipil #Gaza.
Maka alih2 serang Israel, malah Hamas yg dituduh mengorbankan rakyat #Gaza utk kepentingannya (pedagang darah).
Sambil Israel dg sengaja menjadikan warga sipil terutama wanita & anak2 sebagai korban agar tuduhan sekutunya benar.
Di samping bantu AS kirimkan senjata utk Israel lewat wilayahnya, AsSisi juga bertugas menawarkan usulan gencatan senjata.
Gencatan senjata tanpa hentikan blokade thd #Gaza terutama jika Israel kalah & menanggung malu lawan Hamas.
Kenyataan benang merah skenario konspirasi ini menyadarkan banyak kaum muslimin ttg betapa kejinya kudeta Mesir.
Sementara AS & sekutunya di teluk terus kampanyekan pelucutan senjata teroris #Hamas.
Satu-satunya yg msh berpihak kpd #Hamas di area konflik adalah rakyat #Gaza sendiri.
Di sinilah keberhasilan hakiki #Hamas selama ini: jadikan jihad & merdeka sbg ideologi rakyat #Gaza dan semakin menyebar.
Selain kemampuan tempur militernya (Al Qassam) soliditas para pimpinannya juga sulit utk dipecah belah.
Kepercayaan rakyat #Gaza thd pimpinan Hamas juga tdk mudah digoyahkan.
Isu kesejahteraan sebagian pimpinan #Hamas & kesengsaraan rakyat di bawah sdh sering dimunculkan media.
Soal kesejahteraan pimpinan #Hamas & kesengsaraan prajurit & rakyat #Gaza sdh sering dimunculkan di media oleh lawan2 #Hamas.
Khaled Mishal yg selalu tampil dg jas dikabarkan hidup enak di hotel-hotel Qatar dll sdh lama disebarkan bahkan disertai foto2.
Namun kesabaran rakyat #Gaza yg bagai kisah kesabaran para sahabat Nabi ini buktikan kepercayaan mrk pada #Hamas sejak pemilu makin kuat.
Kehebatan Al Qassam dlm mematahkan dongeng kehebatan pasukan Israel menjadi kebanggaan pencinta kemerdekaan Palestina.
Perlawanan #Gaza dipimpin Hamas tlh menghimpin orang2 merdeka & cerdas kaum muslimin di belakang mereka.
Sayangnya mereka bukanlah para pengambil kebijakan di level negara & memang selalu dihalangi utk berkuasa & bukan pemilik media mainstream.
Di sisi lain kekejian Israel juga menghimpun orang merdeka & berakal meski bukan kaum muslimin di seluruh dunia utk mengecamnya.
Tapi sayang mrk juga lemah di hadapan tirani internasional yg sdh berada di ketiak Israel atau lobbinya.
Satu2nya jalan menuju kemerdekaan Palestina memang hanya jihad fi sabilillah. Dan #Gaza dg Hamasnya adl harapan.
Semua individu pencinta kemerdekaan Palestina hrs menjadikan perang melawan Israel sbg perangnya & gunakan seluruh potensi utk itu.

اللهم انصر المجاهدين في سبيلك في غزة وفي فلسطين ومن معهم برحمتك يا عزيز يا رحيم

اللهم انصر المجاهدين في سبيلك في سوريا والعراق وفي سائر بلاد المسلمين على أعدائهم

اللهم اتخذ موتى المسلمين شهداء عندك يرزقون واشف جرحاهم وارفع رايتهم يا حي يا قيوم وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين

*Kultwit ustadz Ahmad Sahal Hasan (@sahalhasan), 4/8/2014
Sumber :