Selasa, 18 Maret 2014

Apa Pandangan Tokoh dan Pengamat Tentang Kampanye Besar PKS di GBK


Sineas Garin Nughroho melihat ada satu fakta yang tak bisa dipungkiri melihat geliat kampanye perdana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) yang dihadiri ratusan ribu massa, Minggu (16/3). 
“Sebuah perlawanan diam-diam yang tersusun rapi setelah penurunan citra, menunjukan kekuatan massa terorganisir yang disusun kembali,” 
tegas Garin Nugroho kepada redaksi KABARLAIN.
Tema kampanye bersih dengan menyediakan 3.333 kantong sampah mendapat sanjungan pengamat komunikasi politik prof tjipta lesmana. Menurutnya kampanye PKS yang juga mengusung peduli lingkungan patut di apresiasi. “Menurut saya bagus ya PKS mengambil tema seperti ini,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog TV ONE, ahad (16/3).
Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wawan Ichwanuddin mengatakan, isu korupsi yang pernah menimpa kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak sebesar yang dialami partai lain, sehingga tidak akan membebaninya pada Pemilu 2014. "Isu korupsi yang pernah menimpa PKS tidak semasif, tidak bertubi-tubi seperti yang dialami partai besar lainnya, sehingga isu korupsi kader PKS ini akan dinetralisir ingatan publik yang pendek," ujar Pengamat politik LIPI Wawan Ichwanuddin, Ahad (16/3).
Begitu juga catatan pantauan seorang kader senior partai kiri PRD Ragil Nugroho (@ragilnugroho1) tentang suasana kampanye PKS minggu pagi kemarin (16/3). Saya sedang di Jakarta, menyaksikan bagaimana partai kader seperti PKS berhasil memobilisasi kader - kadernya untuk memenuhi GBK. Dalam kampaye di GBK, PKS menunjukkan struktur organisasi menjadi tulang punggung untuk memobilisasi massa. Tak mengherankan kalau PKS tak goyah dihantam sana sini krn struktur kadernya bekerja dengan baik. Dalam kampaye di GBK, struktur mobilisasi PKS sampai tingkat keluarga. Kalau partai lain paling banter hanya sampai ranting. Tak mengherankn GBK penuh. Melihat mobilisasi kader PKS dengan struktur organisasi hari ini di GBK, saya berkenyakinan PKS akan bertahan lama dalam berpolitikan di Indonesia. Setahun yang lalu ketum PKS dipenjara (ini tentu tak mudah secara organisasi), tapi hari ini mereka bisa memobilisasi ratusan ribu kader dan simpatisan. Bila PDIP jualan Jokowi untuk dongkrak suara, PKS benar-benar mengandalkan kekuatan kader untuk mobilisasi dan melipatgandakan suara. Saya paham betul membangun partai kader seperti PKS tak mudah, tak hanya membutuhkan militansi tapi juga kecerdasan membaca momentum politik. Silakan mencemooh PKS, tapi secara organisasi inilah partai terbaik dlm membangun perancah untuk bertarung dengan partai lain. Mobilisasi GBK buktinya.
Sumber :
http://pks-dpcpancoran.blogspot.com/2014/03/apa-pandangan-tokoh-dan-pengamat.html
================================================================================