Selasa, 11 Maret 2014

PKS Gelar Tabligh Akbar dan Silaturahmi di Jepang


TOKYO - Pusat Informasi dan Pelayanan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jepang memberikan pendidikan politik kepada warga Indonesia yang ada di Jepang. 
Penyelenggaraan Tabligh Akbar dan Silaturahmi di Gotanda, Tokyo, bersama Dr H Ali Akhmadi yang didatangkan langsung dari Jakarta. 
Acara silaturrahim ini dihadiri kurang lebih 100 WNI yang berdomisili di wilayah Tokyo dan sekitarnya (Yokohama, Chiba, Saitama, Tochigi, dan Gunma). Panitia bahkan mencatat ada peserta yang datang dari Niigata setelah menempuh perjalanan selama 6 jam lebih menggunakan kereta api.
"Acara Tabligh Akbar dan Silaturahmi ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Al Quran oleh Ust H Jailani Abdussalam, Lc, MA," 
ungkap Dr Fariz Nurwidya, Ketua Pelaksana khusus kepada Tribunnews.com, Senin (10/3/2014).
Tabligh Akbar dan Silaturahmi PKS tersebut dilakukan Minggu (9/3/2014) setelah mendengarkan sambutan dan paparan kinerja PKS Jepang pada pemilu 2004 dan 2009 oleh Endrianto Djajadi, M.Eng, hadirin menyimak ceramah Dr Ali Akhmadi.
Pada ceramahnya, Dr Ali Akhmadi menjelaskan pentingnya peran seluruh WNI dalam pesta demokrasi yang akan disongsong Indonesia melalui pemilu 9 April 2014. Bahwa golongan WNI yang melek politik dan berpendidikan namun tidak menggunakan hak pilihnya tidak akan memberi dampak kebaikan apapun bagi negara.
Dia menjelaskan bahwa dalam politik itu tidak semua pilihan buruk, pasti selalu ada politisi baik dan partai yang baik yang bisa menjadi pilihan. Dr Ali mengajak seluruh peserta yang hadir untuk tidak tinggal diam dalam menyebarkanluaskan ajakan menggunakan hak pilih pada pemilu 9 April 2014. Acara ceramah kemudian diakhiri sesi tanya jawab dan santap somay bersama yang dilanjutkan salat dzuhur berjamaah.
Bondan Setiawan, M.Eng, menjelaskan hal-hal teknis yang perlu disiapkan agar seluruh WNI bisa menggunakan hak pilihnya. Dia menjelaskan hari pencoblosan di Jepang adalah beberapa hari sebelum 9 April 2014. Seluruh WNI yang telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap akan menerima surat suara dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) melalui pos dan pemilih bisa mencoblos di rumah untuk kemudian mengirim kembali surat suara ke PPLN. Bondan mengajak warga untuk mengecek kembali apakah namanya sudah terdaftar dalam daftar pemilih di website PPLN Jepang.
Acara menjadi lebih semarak dengan adanya teleconference dengan salah satu calon legislatif daerah pemilihan luar negeri yang sedang ada di Hongkong. Pada sesi teleconference itu, hadirin mendapat kesempatan untuk menyampaikan 'uneg-uneg'-nya.
Abdurrohman, salah satu peserta yang hadir, menyampaikan informasi bahwa beberapa tenaga kerja trainee (kenshusei) yang tidak mendapatkan izin untuk beribadah, juga kasus trainee yang tidak mendapatkan gaji sesuai kontrak. Abdurrohman meminta agar kasus-kasus seperti itu bisa menjadi perhatian bersama oleh anggota dewan nantinya.
Sementara itu Nuniek memberi masukan mengenai pentingnya pendidikan bagi anak-anak dari pernikahan WNI dengan warga Jepang. Pendidikan agama bagi anak-anak dalam keluarga campuran WNI dengan Jepang membutuhkan perhatian khusus, terutama pendidikan agama.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama Dr Ali Akhmadi dan foto bersama. Beberapa hadirin menyatakan senang bisa menghadiri acara Tabligh Akbar ini karena berkesempatan mendapat pendidikan politik sekaligus bisa menyampaikan secara langsung aspirasi kepada calon anggota dewan. [tribunnews]
Sumber :