Rabu, 13 Mei 2015

Empat Pilar untuk Hindari Konflik Akibat Pilkada


Anggota MPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengkahwatirkan terjadinya konflik sosial dalam Pilkada yang dihelat serentak pada akhir tahun ini. 
Hal itu disampaikan dalam Sosialisasi Empat Pilar Bebangsa dan Bernegara yang dilaksanakan di Sanggar Kegiatan Belajar (28/4), Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Menurut anggota Komisi III DPR tersebut, potensi konflik sosial selalu muncul dalam setiap kontestasi pemilihan kepala daerah
“Biasanya potensi konflik semakin tinggi ketika calon yang bertanding hanya ada dua pasang. Akibatnya gesekan antar tim di lapangan semakin keras, karenanya saya selalu minta Polri untuk mempersiapkan diri”, paparnya.
Lebih lanjut Aboe Bakar menjelaskan arti penting pemahaman empat pilar untuk menjaga kerukunan. 
“Kejadian konflik sosial, seperti perkelahian antar kelompok atau tawuran antar desa sebenarnya tidak perlu terjadi. Hal ini bisa dicapai apabila ada tenggang rasa antar masyarakat. Disinilah perlunya pemahaman yang baik tentang empat pilar berbangsa dan bernegara, sehingga tidak perlu ada keributan,” 
terang Ketua Poksi Fraksi PKS tersebut.
Menanggapi pertanyaan dari peserta mengenai bagaimana cara mengatasi persoalan konflik pilkada seperti yang terjadi di Kutai Waringin Barat, Tuban dan lainnya. Habib Aboe menekankan, agar masyarakat kembali memahami fungsi dasar dari Pilkada itu sendiri. 
“Pilkada itu merupakan bagian dari suksesi kepememimpinan, bukan perebutan kekuasaan. Aturannya sudah jelas dalam peraturan perundang-undangan. Jadi, silahkan saja pilih pemimpin yang paling bijak sesuai hati nurani. Tak perlu berebut dan tak perlu pula rebut.” 
tukas Wasekjen PKS tersebut. (*)
Sumber :