Jumat, 22 Juli 2016

PKS : Impor Jeroan Bisa Merendahkan Martabat Bangsa


Komisi IV DPR mendesak pemerintah mengurungkan rencana impor jeroan sapi. Sebab, kebijakan tersebut dianggap berdampak buruk bagi para peternak lokal dan mencoreng nama Indonesia di dunia internasional.
Anggota Komisi IV DPR, Hermanto menegaskan, impor jeroan jelas merugikan peternakan lokal. 
Dengan melimpahnya jeroan, bisa membuat pasar daging dalam negeri berkurang dan menyebabkan sapi petani lokal tidak laku. Selain itu, jeroan juga tidak sehat untuk dikonsumsi.
Yang lebih parah lagi, kata politisi PKS ini, impor jeroan bisa membuat Indonesia dicibir dunia internasional. "Impor jeroan ini bisa merendahkan martabat bangsa. Sebab, di luar negeri sana, jeroan dijadikan sebagai pakan ternak dan hewan peliharaan. Di kita malah dikonsumsi manusia,” tegasnya dalam keterangan, Jumat (22/7).
Kata Hermanto, jika ingin menurunkan harga daging menjadi Rp 80 per kilogram, pemerintah bisa menggunakan banyak cara yang lebih baik. Misalnya, menggiring masyarakat untuk mengganti daging dengan ikan atau ayam. Bukan malah mendorong masyarakat memakan jeroan yang terbukti kurang sehat.
"Cara berpikir pemerintah sangat instan. Ini bukan terobosan kebijakan yang diharapkan bisa mengatasi gejolak kenaikan harga daging sapi,” sindirnya.
Jika ingin harga daging bisa ditekan, lanjutnya, pemerintah harus menggenjot produk sapi dalam negeri. Program swasembada daging harus dilanjutkan. Program pembinan dan subsidi untuk petani harus ditambah. Dengan begitu, produksi sapi dalam negeri akan meningkat dan bisa memenuhi permintaan pasar.
"Kebijakan yang digulirkan itu harus kompehensif. Jangan hanya sisi supply-nya saja yang dibenahi, sisi demand-nya juga perlu diperhatikan. Misalnya, adanya beragam substitusi daging sapi yang sehat dan bergizi, seperti daging ayam, telur, atau komoditas lainnya. Atau program diversifikasi melalui swasembada protein. Sebab, sumber protein bukan hanya dari daging sapi, tapi juga bisa dari ikan atau lainnya,” demikian Hermanto.(rmol)
Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar