Kamis, 21 November 2013

Antara PKS, No Urut Peserta Pemilu Dan Kaitannya Dengan Surat-Surat Dalam Al-Qur’an


PKS Nongsa - Menarik apa yang dituliskan seorang Kompasianer Fahri Hidayat dengan judul tulisannya “PKS Dalam Perspektif Surat Ali Imran“, Dari Kajian An Nur, An-Nahl dan Al-Anfaal bisa dikatakan sesuai Pokok bahasanya dalam Artikel tersebut, hanya saja pada bagian QS. Ali Imran Saudara Fahri Hidayat terlihat tidak konsisten dalam pembahasanya, 
Jika dalam QS An-Nur membahas nama Surat yang berarti Cahaya, QS An-Nahl juga tepat mengenai Lebah dan QS Al-Anfaal juga sudah tepat karena judul Surat tersebut berarti “Harta Rampasan Perang”, tetapi entah apa yang membuat Penulis tidak konsisten dalam pokok bahasanya atau sedang mencari “cela” PKS Saya tidak tahu, Di Dalam QS ALI IMRAN Dalam Pembahasanya tidak mengenai “KELUARGA IMRAN” sebagaimana makna judul surat tersebut “Ali Imran”, Penulis justru membahas ayat yang dihubungkan dengan Harta Rampasan Perang, ini sungguh diluar konsistensi pokok bahasan.
Terlepas dari itu semua sebagaimana Fahri Hidayat sebutkan di Paragraf terakhirnya ” Sebagai catatan, tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membuat ramalan atau sejenisnya. Penulis hanya berupaya untuk menarik pelajaran dari hal-hal yang secara tidak sengaja ‘berhubungan’ dengan PKS. 
Jadi, tidak ada yang sakral dengan nomor surat. Analoginya, seperti seorang anak yang kebetulan lahir pada tanggal 17 Agustus. Tentu kelahiran itu tidak dapat direncanakan supaya tepat pada tanggal 17 Agustus. Namun, karena momentumnya sama dengan tanggal kemerdekaan RI, tidak ada salahnya anak yang lahir pada tanggal tersebut juga diberi motifasi tentang semangat perjuangan dan kemerdekaan” Maka Saya sebagai Penulis sangat berterima kasih karena sudah diberikan ide untuk menuliskan kembali secara utuh kaitan antara kehadiran PKS dalam Pemilu di Indonesia dan hubungannya dengan Nomor Urut PKS di setiap Pemilu serta kaitannya dengan Surat-Surat di Dalam Al-Qur’an.

Tahun 1999, PK / PKS Dengan No. Urut 24 (QS. An-Nur)
Saat masih PK (Partai Keadilan) saati itu, Partai Dakwah ini mendapatkan No Urut 24 dari 48 Partai Peserta Pemilu saat itu, Angka 24 ini disambut meriah dengan Takbir oleh Kader Dakwah karena angka 24 ini sangat kuat sekali dengan jumlah huruf yang ada didalam Syahadat “La Ilaha Ilallah Muhammadarrasulullah”, Pondasi Tauhid dengan Program Tarbiyah dikencangkan oleh PK saat itu.
Saya mencoba mengkajinya dari No Urut 24 berdasarkan Surat didalam Al-Qur’an, Jika Kita membaca maka Kita akan menemukan QS. An-Nur.
Surat An-Nur merupakan surat yang ke 24 di dalam Al Qur’an. Surat An-Nur terdiri dari 64 ayat dan surat An-Nur merupakan golongan surat Madaniyyah karena diturunkan di kota madinah. Dinamakan An-Nur yang berarti cahaya yang di ambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35. Dalam surat An-Nur, Allah swt menjelaskan tentang Nur Ilahi, yaitu Al-Quran yang mengandung petunjuk-petunjuk. Petunjuk-petunjuk Allah swt itu, merupakan cahaya yang terang benderang menerangi alam semesta. Surat An Nur sebagian besar isinya memuat petunjuk- petunjuk Allah yang berhubungan dengan soal kemasyarakatan dan rumah tangga.
Lalu Bagaimana kaitanya dengan PK (PKS Saat ini)? PK adalah hasil dari “Cahaya” yang kader-kadernya lakukan selama dalam Gerakan Dakwah dibawah tekanan Soeharto saat itu, Dakwah dengan mengajarkan Hukum-hukum Allah kepada Mahasiswa, Siswa, Yayasan, LSM sehingga tertanamnya hukum Allah disetiap orang yang mengikuti ta’lim yang mereka selenggarakan. Kader-Kader Dakwah yang ada didalam PKS tampil dengan sederhana bahkan tetap konsisten mengajarkan Islam kepada siapapun yang disebut Halaqoh, Sebagaimana penegasan bahwa QS. An-Nur itu disebut Cahaya lantaran Al-Qur’an yang menjadi petunjuk bagi siapapun yang mempelajarinya. Di masa itu Ayat yang sering disampaikan para Asatidz (Ustadz-Ustadz) adalah “Ta’limunal Kitab Wama Kuntum Tadrusun” yang artinya Kalian Belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya kembali” dan inilah yang menjadi kekuatan PK hingga hari ini, apalagi pada saat awal terbentuknya.
Surat An-Nur sarat dengan beragam hukum yang menyangkut interaksi antara kaum wanita dengan kaum pria. Hukum-hukum itu berguna sebagai solusi terhadap berbagai problem sosial yang biasa muncul dengan adanya interaksi tersebut.
Hukum yang sangat keras terhadap pelaku kejahatan zina diterangkan dengan jelas, dibarengi dengan sejumlah hukum yang bisa untuk mencegah, atau meminimalisir, tersebarnya tindakan kriminal tersebut. Sebut misalnya hukum bagi pelaku Qadzaf (tuduhan zina, perihal li’an antara suami isteri, keharaman memandang lawan jenis disertai syahwat, larangan menampakkan perhiasan (aurat) pada selain kerabat mahram, aturan untuk berpakaian yang Syar’I (jilbab dan khimar), larangan berkhalwat (berduaan antara pria dan wanita bukan muhrim), dilarang berikhtilath (bercampur baur) antara pria dan wanita yang bukan muhrim, adab bertamu dan masuk rumah, adab memasuki kamar orang tua, dan sebagainya.
Karena padatnya dan luasnya kandungan hukum yang di jelaskan di surat an Nur – terutama menyangkut hubungan pria-wanita -, serta dengan pentingnya hukum-hukum yang diterangkan oleh Allah SWT, maka pantas kiranya Khalifah Umar bin Khaththab ra pernah berkirim surat kepada penduduk kota Kufah, yang isinya : “Ajarkanlah surat an Nur kepada kaum wanita kalian” (Riwayat Qurthubi)
Jika Anda melihat penjelasan ini maka sangat terlihat didalam setiap Pria dan Wanita di PKS selalu menjaga hijab, menjaga pandangan, menjaga hati dan menjaga apapun yang harus dijaga agar tetap berada dalam “Cahaya” Allah Swt, pada Masa itu juga Asatidz sering menyampaikan Firman Allah yang intinya ” Minal Julumat Ilannur” Dari Kegelapan menuju Cahaya.
Dimasa ini pula lahir sebuah buku yang berisi perjalanan Kader PK yang menjadi Anggota DPR RI dan DPRD dengan judul “Bukan Dari Negeri Dongeng” yang ditulis Helvi Tiana Rosa dkk.

2004, PKS Dengan No Urut 16 (QS. An-Nahl)
Pada Tahun 2004, PK berganti nama dengan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) disebabkan tidak lulus Elektoral Treshol saat itu, Menjelang Pemilu 2004, PKS mendapatkan No Urut 16 dari 24 Peserta Pemilu kala itu, Mari Kita kaji kaitan No Urut 16 dan hubunganya dengan QS. An-Nahl.
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan An Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah s.w.t. ayat 68 yang artinya : “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah.” Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra’ ayat 82). Surat ini dinamakan pula “An Ni’am” artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.
Apa kata Kuncinya? Ya, Manfaat, Pada masa ini PKS banyak memberikan manfaat kepada Masyarakat hingga kini masih terasa, misalnya pendirian lembaga-lembaga pendidikan seperti PAUD, Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT), SDIT, SMPIT dan SMU-IT dan seterusnya, PKS membuat Lembaga-Lembaga Amil Zakat baik tingkat Nasional maupun di daerah-daerah, Ta’lim-ta’lim Umum, Kuliah Dhuha disetiap Masjid dan memasukan Mentoring Ke Islaman didalam Pelajaran Agama Islam di Sekolah dan Kampus di seluruh Indonesia, Membumikan Zakat dengan lahirnya Undang-Undang Zakat, Mendirikan Ma’had-Ma’had yang berafliasi dengan Perguruan tinggi di Timur Tengah, Kembalinya Lulusan-lulusan Madinah, Yaman, Sudah, Mesir ke Indonesia untuk memberikan Pendidikan Ke-Islaman di Masyarakat Indonesia, Mulai mengirim Mahasiswa-Mahasiswa yang terbina secara Akhlaqnya ke berbagai Perguruan Tinggi di belahan dunia dengan berbagai disiplin ilmu, Mahasiswa ini di didik hingga tingkat Doktoral yang akan pulang ketika panggilan dakwah itu datang untuk membangun Indonesia.
Program-Program Sosial inipun di ikuti banyak Partai, Ambulan Gratis, Foging Gratis, Bazar Murah, Pengobatan Gratis dan sebagainya. Intinya Menebar Manfaat, Jika ada Partai lain mengikuti maka itulah harapnya sehingga masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat dengan kehadiran Partai-Partai di Indonesia, buat apa ada Partai jika tidak memberikan Manfaat.
Maka kemudian Cerminan QS-An-Nahl sangat nampak dalam setiap aktivitas Kader Dakwah yang ada di PKS itu sendiri.
Jika Kita mau meneliti bahwa antara hubungan QS. An-Nahl dengan QS. Al Israa itu sangat dekat sekali, Jika kita artikan secara Harfiah makna dari “Al-Israa” itu yang diperjalankan, dalam QS Al-Isra juga muncul kata “Isra wal Mi’raj”, yang bermakna diangkat atau naik, Secara sederhana maka menjadi sangat pantas kemudian di Pemilu 2009 PKS Naik bahkan menjadi Partai 5 Besar karena terasa Manfaatnya.

Tahun 2009, PKS Dengan No Urut 8 (QS. Al-Anfaal)
Sampai disini, Saya semakin terpana dengan No Urut PKS ini, dari 24,16,8, Skenarionya Menanamkan Cahaya Allah dan menjadi Cahaya bagi ummat, Menebar manfaat sehingga dicontoh, dan berikutnya Menang dan mendapatkan Harta rampasan perang (Ghanimah). Sesungguhnya QS. Al-Anfal ini bukan hanya soal Rampasan Perang melainkan Soal PERANG, Jika Anda melihat hari ini bagaimana PKS diserang, dicaci dicela bahkan hingga perbuatan baiknya sekalipun di Bully habis-habisan oleh media yang sudah dimiliki lawan politik tentunya. Ada Perang Maka Ada Harta Rampasan Perang, Tidak akan ada Harta Rampasan Perang jika tidak ada perang. Ini Logika sederhana dari QS. Al-Anfal.
Surat ini tergolong surat madniyyah yaitu:surat yang diturunkan sesudah hijrah]. Sebagian ulama’ mengatakan bahwa sebagian ayat dalam surat ini merupakan ayat makiyyah. Namun, bila kita amati secara cermat, semua ayat-ayat tersebut merupakan ayat-ayat madaniyyah, dilihat dari segi uslub [ tata bahasa ]nya. Lafadz الأنفال merupakan bentuk jama’ dari النفل yang artinya tambahan. Adapun maksud dari lafadz الأنفال dalam surat ini masih diperselisihka oleh para ulama’. Dari perselisihan ulama’ itu, kita dapatkan lima pendapat, yaitu:
1.Harta fe’(harta rampasan yang didapatkan tanpa adanya peperangan)
2.Al-Khumus (seperlima dari harta rampsan perang /ghanimah)
3.Khumusul Khumus(seperlima dari al-khumus)
4.An-Nafal (penambahan bagian atas sebagian mujahid yang diberikan oleh imam dengaan ijtihadnya)
5.Harta rampasan perang (ghanimah)

Dan jika ditela’ah dalam Asbabun Nuzulnya sebagaimana diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit bahwasanya dia berkata : “Ayat ini turun pada kami tatkala kami berselisih dalam soal ghaniamah dan memburuklah perilaku kami pada saat itu, sehingga Allah mencabutnya dari tangan-tangan kami dan mengembalikan urusan pembagiannya kepada Allah dan rasul-Nya. Lalu Rasulullah sas. membaginya sama rata.” (Kejadian ini terjadi seusai terjadinya perang Badr)
Jika diperang Uhud Kaum Muslimin kalah, maka di QS. Al-Anfaal ini pun dikisahkan kaum muslimin mendang dalam Perang Badar, Ayat ini turun saat Kaum muslimin berselisih dalam pembagian Harta Rampasan Perang dari Kemenangan Besar dari Perang Badar.
Sebuah Isyarat bahwa begitu banyaknya “Ghanimah” dari Kemenangan Politik ini membuat sebagian kader ada yang tidak puas dan memilih keluar dari Partai, kemudian sebagian yang lainpun ada yang terlena, tetapi di dalam QS. Al-Anfaal ini Allah menegaskan bahwa hendaknya Kaum Muslimin harus kembali kepada “Keta’atan” kepada Allah Swt, Perang ini Perintah Allah maka urusan apapun baik sebelum dan sesudah perang harus disandarkan kepada Allah Swt, sehingga dengan demikian Kau Muslimin akan mengalami kemenangan dan kemenangan.
Apa Isyaratnya ? ya, Jika PKS menyandarkan semua peristiwa yang terjadi saat ini memang akibat dari kisah “Harta” kemudian memang pada dasarnya HARTA itu adalah Fitnah, maka wajar jika mendapatkan fitnah. Tetapi, jika ini disandarkan kepada ALLAH Swt maka Semua Fitnah itu dapat dibantah dan Kemenangan itu akan datang dengan Izin Allah Swt.

Tahun 2014, PKS Dengan No Urut 3 (QS. Ali-Imran)
Menarik bukan? Ya, Saya tersenyum ketika menuliskan ini, Ali Imran tidak ada kaitannya dengan Harta Rampasan Perang sama sekali, tetapi Saya melihat ini adalah “Wajah Kemenangan” PKS, Yuk Kita Lihat…
Tahukah Anda? Fitnah-fitnah akibat “Harta Rampasan Perang” dari Kemenangan dalam Perang Politik itu akan mengokohkan Karakter Kader Dakwah itu sendiri.
Surat Ali imran merupakan surat yang terdiri dari 200 ayat. Surat Ali Imran merupakan surat madaniyah karena diturunkan di kota madinah. Dinamakan surat Ali Imran karena menceritakan kisah keluarga Imran yang di dalam kisah tersebut disebutkan kelahiran nabi isa a.s, karena persamaan kejadiannya dengan nabi adam a.s., kenabian dan beberapa mukjizatnya dan serta disebut pula kelahiran maryam putri Imran, ibu dari nabi isa a.s. surat Ali Imran dan surat Al Baqarah dinamakan az zahrawaani atau disebut dengan dua yang cemerlang, karena karena kedua surat ini menyingkapkan hal-hal yang disembunyikan oleh para ahli kitab, seperti kejadian dan kelaahiran nabi isa a.s., kedatangan nabi muhammad saw dan sebagainya.
Apa Maknya bagi PKS? Ya, Sebuah gambaran bahwa Ali Imran adalah Keluarga Pilihan Allah, Keluarga yang dishalihkan, dari Rahim Istri Imran lahirlah Siti Maryam yang kemudian melahirkan Isa Al Masih As. Setidaknya memang muncul sebuah pertanyaan karena memang belum terjadi, Apakah PKS akan menjadi “Partai Terpilih”, Karena Ali Imran yang Shalih mendidik Maryam dengan Kashalihanya, Maka PKS pun memiliki potensi lahirnya Pemimpin-Pemimpin bangsa yang tangguh, baik yang sudah terlihat maupun belum terlihat (Pen-Ekspose), Tereskpose misalnya ada DR.HM. Hidayat Nurwahid (Mantan Ketua MPR RI), DR.HM Ahmad Heryawan (Gubernur Jabar), Prof.Dr.Ir. Nurmahmudi Ismail (Walikota Depok), Ustadz HM. Anis Matta, Lc (Presiden PKS), DR.HM. Irwan Prayitno (Gubernur Sumbar), Ir. Gatot Pujo Nugroho, M.Si (Gubernur Sumut) dll, Belum lagi ratusan Doktor di berbagai Negara yang belum kembali yang siap kembali kapanpun dakwah ini membutuhkan mereka. Mereka Ahli dibidangnya dan tentunya Hafal Al-Qur’an, Inilah Gambaran “Keluarga Imran” itu, Keluarga yang terjaga keshalihannya. Memang masih perlu bukti hingga 2019 atau setidaknya analisa ini harus dibuktikan pada Pemilu 2014 mendatang.
Perlu Anda ketahui bahwa dalam surat Ali Imran “Keluarga Imran” disebutkan tentang kondisi umat Islam saat itu serta berbagai kesulitan yang dihadapi Rasulullah dan kaum Muslimin, Fitnah keji, tusukan dari belakang, kaum munafik, termasuk gangguan orang-orang diluar Islam dan gangguan para Islamfhobia saat itu, Mereka membuat keonaran. Islam pada masa itu tengah berkembang dan ini sangat tidak diinginkan oleh kaum Musyrikin yang kemudian disusul dengan kaum Anti Islam lainnya. Menyusul fenomena ini, dua kekuatan besar saat itu yaitu imperium Romawi dan Persia juga saling berusaha menunjukkan kekuatan masing-masing.

Pertanyaan Saya. 
Tidakkah Anda melihat kondisi yang sama saat ini dihadapi PKS dan Ummat Islam saat ini?

Oleh sebab itu, dalam surat Ali Imran, Allah Swt menyeru umat Islam untuk bersatu. Mereka dituntut untuk mempersiapkan diri bersatu dan dengan sekuat tenaga menghadapi musuh yang berupaya memadamkan cahaya Allah. Selain itu, umat Islam juga dituntut untuk bersabar dan tabah menghadapi segala kesulitan dalam perjuangan mereka.
Sebagian dari surat Ali Imran ini berhubungan dengan kaum musyrikin dan Kaum yang ingkar kepada Allah yang menekankan bahwa mereka dalam waktu dekat akan kalah. Mereka tidak akan mampu melawan kehendak Allah Swt. Kemudian disebutkan pula kaum Musyrikin, Muanfik dan Kaum Inkar Allah dan Rasulullah SAW beranggapan bahwa dengan kenikmatan duniawi seperti harta dan keturunan dapat memutuskan ketergantungan mereka terhadap Allah Swt. Padahal kecintaan terhadap kenikmatan duniawi ini adalah hawa nafsu yang dihembuskan oleh setan dalam hati setiap manusia. Kenikmatan tersebut adalah sarana temporal kehidupan dunia dan harus menjadi gerbang penyelesaian yang baik menuju Allah Swt.
Kemudian dalam surat Ali Imran disebutkan pula bahwa rasa takut kepada Allah Swt adalah hal yang sangat penting dan menjauhkan diri dari kenikmatan-kenikmatan yang menyesatkan hingga dapat menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Surah Ali ‘Imran menggambarkan poros tengah yang di atasnya Islam, peradaban, kebudayaan, dan kemanusiaan berdirilah : Masyarakat mukmin yang percaya kepada Allah. Nilai suatu masyarakat dapat dinilai dari tujuan dan orientasinya. Keinginan dan tujuan utama komunitas muslim generasi awal adalah pengetahuan tauhid. Komunitas Islam awal di Madinah tidak saja merasakan pengetahuan tauhid, namun juga menghidupkannya; dan banyak dari mereka diubah olehnya. Merekalah orang-orang yang bertauhid (muwahhidin) dalam arti yang sesungguhnya. Mereka percaya bahwa sumber seluruh alam ini adalah Yang Maha Esa dan bahwa seluruh alam ini dipelihara dan kembali kepada Yang Esa. Mereka mengenal sifat-sifat Allah sebagaimana termanifestasi dalam realitas wujud.
Allah mencipta makhluk-Nya dengan cinta kasih dan agar diketahui. Pengetahuan Allah dimulai dengan memahami hubungan antara sebab dan akibat melalui akal. Pengetahuan ini disebut kesatuan perbuatan. Menyusul kemudian kesatuan sifat. Di sini manusia menyadari sifat-sifat dalam seluruh keragaman, namun mengetahui bahwa mereka berasal dari satu sumber. Terakhir, muncullah pengetahuan kesatuan hakikat yang dapat diperoleh hanya melalui hati yang suci yang ditransformasikan oleh perbuatan yang nyata bermanfaat untuk Bangsa, disertai kesadaran dan zikir yang terus-menerus kepada Allah, ta’at yang terus menuerus kepada Allah dan Rasul-NYA. Saya Pikir Inilah Pesan QS. Ali Imran untuk PKS yang mendapatkan No Urut 3 dalam Pemilu 2014 mendatang.
Keluarga IMRAN adalah Keluarga Terpilih, Istri Imran melahirkan Siti Maryam yang kemudian dititipkan Ke Nabi Zakaria, dan Siti Maryam melahirkan Nabi Isa AS. (Keluarga yang dilimpahi Kesahilahan semuanya), Saya Pikir Keluarga Besar PKS adalah Indonesia, inilah yang harus diwujudkan, Kesalihan Nasional, Bangsa yang Shalih, Hidup dalam keta’atan kepada Allah Swt dan Rasulullah SAW.




Oleh: Adi Supriadi
Sumber :