Sabtu, 28 Desember 2013

Kemenangan PKS di Tanah Maluku


Allahu Akbar!!! 
Takbir ini saya ucapkan dari Masohi-Maluku Tengah.
Akhirnya tulisan sebelumnya yang hanya berupa doa, yakni “Ketika PKS menorehkan sejarah di tanah maluku” kini menjadi kenyataan. 
PKS sungguh membentangkan sejarahnya ditanah maluku. Pasangan Said Assagaf-Zeth Sahuburua memenangi Pilihan Gub Maluku.
Said Assagaf-Zeth Sahuburua (Setia) yang diusung dari koalisi partai Golkar, PKS, PPP, PAN, Patriot dan Partai Damai Sejahtera ini menang di tujuh wilayah sekaligus yakni di Kota Ambon, Kabupaten Buru, Buru Selatan, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, serta di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Sedangkan Abdullah Vanath-Martin Jonas Masaitela (Damai) lawannya yang diusung oleh 14 partai non parlemen ini hanya menang di empat wilayah saja, yakni di Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur, dan di Kabupaten Kepulauan Aru.
Pasangan Setia ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur Maluku terpilih berdasarkan Surat Keputusan KPU nomor 740/KPTS/KPU-PROV-028/XII/2013.
Kemenangan ini tentunya menjunjukan ghiroh para kader yang tak kunjung habis walau apapun yg terjadi. Kemenangan ini tentunya menyusul kemenangan-kemenangan lainnya pada tataran gubernur, bupati, walikota di berbagai daerah.
Sungguh hal ini menjadi coretan tersendiri, mengingat sebelumnya d Maluku, PKS baru mampu membawa suaranya hingga wakil gubernur saja.

Kini PKS menorehkan sejarahnya ditanah Maluku.
Beberapa waktu lalu, saya sempat menghadiri rapat para caleg PKS Maluku Tengah yang bertempat di Masohi, pada saat itu Said Assagaf yang datang kemudian memberikan pidato singkatnya dengan gagah dan menyentuh, beliau mampu meyakinkan para kader bahwa harapan itu selalu pasti ada. Atas atmosfer itu saya selaku penonton dari sekian caleg saat itu sudah menaruh keyakinan, bahwa Maluku telah siap memberikan ruang pada PKS. Harapan yang tentunya dirasakan juga oleh kader lainnya. kini harapan itu terjawab indah atas skenario indahNYA.
Atas kemenangan ini, saya secara pribadi berharap dan juga masyarakat maluku bahkan mungkin seluruh rakyat indonesia, agar TIDAK AKAN PERNAH ada lagi sejarah kelam yang menyayat hati, tidak ada lagi pertikaian yang tak bertanggung jawab, tidak ada lagi kekerasaan yang tak berkemanusiaan, juga tidak ada lagi issu-issu negatif yang sengaja dilontarkan untuk memecahakan persaudaraan.
Kini Maluku hanya bersiap pada perubahan, perubahan atas kemenangan Gubernur Said Assagaf-Zeth Sahuburua, perubahan menuju lebih baik pada 2014 kedepan, perubahan demi kemashlahatan banyak orang.
Maka, saatnya Maluku berbenah menjadi daerah bersaing. Perubahan itu takkan terjadi jika tidak berdasar ilmu, Maluku harus lebih lagi memperhatikan pendidikan sampai pada tingkat terbawah dan terdalam.
Sungguh para guru hanya berpesan, bahwa Ilmu mengantarkan kita menyentuh pada batas-batas terluar bahkan terluas lagi. Maka yakinlah bahwa perubahan dan perbaikan itu pasti ada.
Barokallah.
Selamat Bapak Said Assagaf-Zeth Sahuburua (Setia). 
Oleh Emy Hajar Abra

Sumber :
=================================================================================
Pleno KPUD: Pligub Maluku Utara Dua Putaran, Calon PKS AGK-MANTHAB Melaju
Meski beberapa kali dilakukan skors, KPU Provinsi Maluku Utara akhirnya menyelesaikan Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilgub Malut dengan kondisi aman. Hasil rekapitulasi suara menunjukkan pelaksanaan Pilgub Malut berlangsung dua putaran.
Hal ini terjadi karena enam pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang ada tidak satu pun yang meraih suara mencapai 30 persen atau plus satu dari jumlah suara sah sebanyak 574.338.
Pasangan nomor urut 3, Ahmad Hidayat Mus dan Hasan Doa (AHM-Doa), sebagai peraih suara terbanyak, hanya mampu meraup suara sebanyak 28,50 persen atau sebanyak 163.684 suara. Peraih suara terbanyak kedua diraih pasangan nomor urut 5 yang diusung PKS dan beberapa partai, Abd Gani Kasuba dan Natsir Thaib, sebanyak 123.689 suara atau sebesar 21,54 persen.
Posisi ketiga diraih pasangan independen Hein Namotemo dan Malik Ibrahim sebanyak 88.471 suara atau 15,40 suara. Selanjutnya pasangan nomor urut 4 Syamsir Andili dan Benny Laos menyusul dengan perolehan 79.246 suara atau 13,80 persen.
Berikutnya pasangan nomor urut 1 Namto H Roba dan Ismail Arifin memperoleh 66.018 suara atau 11,49 persen. Di peringkat terakhir ditempati pasangan nomor urut 2 Muhadjir Albaar dan Sahrin Hamid dengan perolehan 53.230 suara atau 9,27 persen.
"Dengan demikian, KPU Provinsi Maluku Utara mengesahkan perolehan suara masing-masing pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur," tegas Mulyadi Tutupoho, Ketua KPU Malut, saat mengesahkan hasil perolehan suara.
KPU Malut masih akan melakukan rapat pleno penetapan pasangan terpilih sehingga oleh KPU sendiri sama sekali belum memutuskan pasangan mana yang bakal melangkah ke putaran kedua Pilgub Malut nanti.
"Nanti kita akan pleno lagi untuk memutuskan apakah dilakukan putaran kedua atau tidak," sambung Mulyadi.
Meski begitu, dari perolehan suara masing-masing pasangan cagub dan cawagub, dapat disimpulkan dua pasangan masing-masing pasangan Ahmad Hidayat Mus dan Hasan Doa bersama pasangan Abd Ghani Kasuba dan Natsir Thaib berhak melanjutkan ke putaran kedua. Sebab, kedua pasangan ini memperoleh suara terbanyak yang mendekati 30 persen perolehan suara.
Sebelumnya, pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi suara di Kantor KPU Maluku Utara di Sofifi berlangsung alot. Saat KPU baru membuka jalannya pleno, sejumlah saksi menghujani KPU dengan berbagai interupsi. Mereka mempertanyakan sejumlah pelanggaran pemilu yang dilakukan salah satu pasangan calon.
Namun, KPU dapat melerainya sehingga pleno tetap dilangsungkan. Meski begitu, jalannya rapat pleno sempat terjadi beberapa kali skors. Ini terjadi akibat KPU masih menunggu hasil rekapitulasi dari KPU Kabupaten Kepulauan Sula.
Pleno baru dilanjutkan sore ini setelah KPUD Kabupaten Kepulauan Sula akhirnya datang membawa hasil rekapitulasi. (tribunnews)
================================================================================