Rabu, 18 Desember 2013

Gubernur Irwan Prayitno Jangkau Daerah Terisolir dengan Trail


Padang, Padek—Terbang melayang dengan motorcross, adalah salah satu hobi Guber­nur Sumatera Barat Irwan Prayitno. 
Hobi yang menguji andrenalin ini sudah acap kali dilakukannya. 
Bahkan, untuk mengunjungi daerah terisolir Gubernur juga meman­faat­kan ketangkasannya itu.
“Yah, ini hobi saya sejak mu­da dulu. Bukan untuk ga­gah-gagahan, tapi saya me­mang menyukai olah raga yang penuh tantangan ini,” 
ujar Irwan Prayitno usai lati­han di sirkuit non per­manen di komplek Gubernuran, ke­ma­rin.

Memang, telah banyak daerah yang dijambanginya dengan keterampilan itu, se­per­ti saat menghimpun aspi­rasi masyarakat, di daerah terisolir di Nagari Ampiang Parak, Jorong Gadang Pesisir Selatan, beberapa waktu lalu.
Gubernur melakukan per­ja­lanan motocross ke peda­laman perkampungan dan perkebunan rakyat. Per­jala­nan kunjungan kerja ini telah bebe­rapa kali dilakukan  di be­be­rapa kabupaten seperti,  Pa­sa­man, Solok Selatan, dan Agam. Kali ini dengan me­ngen­darai sepeda motor Gu­ber­nur Irwan Prayitno ber­sama rombongan Trabas Sum­bar.
“Kalo tidak ada aral me­lintang, Januari tahun depan kita akan mengunjungi Dhar­masraya dan Solok Selatan. Kita akan melihat daerah-daerah pinggir Sumbar yang jarang tersentuh kendaraan dengan menggunakan motor trail ini,” ujar Irwan.
Kegiatan motocross ini selain menyalurkan hobi, pa­da dasarnya memiliki tujuan untuk melakukan pendekatan menjemput aspirasi ma­sya­rakat untuk meningkatkan pembangunan Sumatera Ba­rat secara umum, berdasar­kan kondisi riil di lapangan.
“Kegiatan ini dilakukan ka­re­na kita mengetahui masih ba­nyak daerah di Sumatera Ba­rat belum memiliki jalan yang baik. Ini terlihat pada daerah terisolir,” ujarnya.(ope)
Sumber :
=======================================================================
Gubernur Irwan Prayitno Melantik Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang
Padang. Setelah melalui proses Pilkada yang demokratis akhirnya pasangan terpilih Hendri Arnis dan Mawardi dilantik oleh Gubernur Irwan Prayitno di Gedung DPRD Kota Padang Panjang dalam Rapat Paripurna Istimewa, untuk periode 2013-2018, Selasa (1/10). 
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Muslim Kasim, Forkopinda Sumbar, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kota Padang Panjang, Para Mantan Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang, Bupati dan Walikota se Sumatera Barat, Tokoh dan Para Perantau Masyarakat Sumatera Barat, Kepala SKPD dilingkungan Pemprov dan Pemko Padang Panjang, Pimpinan Lembaga, Instansi BUMN/BUMD. 
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam sambutan menyampaikan, rasa terima kasih dan bangga kepada seluruh pihak dan masyarakat Kota Padang Panjang yang telah menunjukkan kedewasaan berdemokrasi, sehingga pelaksanaan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota dapat berjalan lancar dan aman sampai terlaksananya pelantikan hari ini. 
Kita lihat didepan ada dua pasangan yang duduk berdampingan dengan sikap keakraban dan dewasa, untuk kemajuan Kota Padang Panjang. Mulai hari ini Kota Padang Panjang berada pada titik tolak baru dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat secara lebih  maksimal dibawah kepemimpinan Kepala Daerah Definitif. 
Selama ini Kota Padang Panjang tidak hanya kota persinggahan dan perdagangan, namun telah menjadi salah satu daerah terbaik dalam penyelenggaraan dan kesehatan bagi warganya. Bahkan Kota Padang Panjang menjadi percontohan di Indonesia, dan banyak para bupati /walikota menjadi tempat belajar, misalnya sebagai kota sehat, kota anti rokok dengan perda anti rokok. Dan kita berharap kepada Walikota dan Wakil Walikota baru dapat mempertahankannya serta dapat melakukan peningkatan yang lebih baik dari waktu – ke waktu. 
Namun perlu kita ingat bahwa pada titik ini Kota Padang Panjang juga berada pada kondisi semakin meningkat tuntutan kebutuhan masyarakat, pelayanan publik yang prima serta kondisi ketenteraman dan ketertiban yang kondusif, ujarnya. 
Irwan Prayitno juga menyampaikan, kita memahami bahwa Kota Padang Panjang memiliki wilayah yang relatif kecil dibandingkan kabupaten/ kota lain di Sumatera Barat. Namun demikian kecil wilayah jangan dianggap sebagai batasan bagi pemerintahan dalam melakukan pembangunan daerah. 
Justru dengan wilayah yang kecil memberi peluang dan kemudahan bagi pemerintah daerah untuk memaksimalkan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat serta dalam meningkatkan kualitas infrastruktur publik. Untuk kepada kepala daerah terpilih yang dilantik hari ini, agar merumuskan kebijakan-kebijakan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan, kemampuan daerah serta potensi yang dimiliki Kota Padang Panjang. 
Pimpinlah Kota Padang Pajang dengan rasa tanggungjawab dan pengabdian yang tulus bagi kemajuan Kota Padang Panjang. Kesuksesan otonomi daerah pada hakekatnya tidak saja dilihat dari sejauhmana pembangunan dan kemajuan daerah, namun tidak kalah pentingnya sejauhmana nilai-nilai budaya yang menjadi kearifan lokal dapat dijaga dan ditransplantasikan ke dalam sistem pemerintahan daerah untuk Kota Padang Panjang yang lebih baik dimasa-masa mendatang. 
Kepada mantan walikota dan wakil walikota periode 2008-2013 Syuir Syam dan Erwin yang telah memimpin kemajuan Kota Padang Panjang selama lima tahun terakhir, kita patut memberikan apresiasi dan penghargaan atas ketulusan dan pengabdian selama ini, ungkapnya.  (sumbar/sbb/dakwatuna)
Gubernur Irwan Prayitno Melantik Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang
Redaktur: Saiful Bahri
=======================================================================
Tujuh Kader PKS Ini Layak Jadi Presiden Republik Indonesia
Pkskelapadua.com, - Ini adalah Pemimpin-pemimpin Bangsa yang sarat prestasi tapi kurang publikasi. Tidak seperti yang sering digembar-gemborkan oleh media yang doyan mempublish tokoh-tokoh bermodal popularitas, uang dan citra belaka. Dalam mengemban amanah negara dibutuhkan pemimpin yang religius, amanah, cerdas dan merakyat. sosok inilah yang sangat dinanti-nantikan rakyat di bumi kita tercinta ini. Maka inilah sosok yang diharapkan pantas untuk menjadi Presiden RI.
1. DR. Hidayat Nur Wahid 
2. Ir. Tifatul Sembiring
3. Anis Matta Lc
4. Ahmad Heryawan Lc
5. Prof. Irwan Prayitno
6. Gatot Pujo Nugroho ST
7. Prof Dr. Nur Mahmudi Ismail 
.
======================================================================
Hikmah Memaafkan
Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah hendak membunuh Nabi Muhammad SAW. Segala sesuatu telah ia persiapkan secara matang, sebilah pedang tajam sudah disandangnya, dan ia pun masuk ke kota suci Madinah tempat Rasulullah bermukim.
Dengan semangat meluap-luap ia mendatangi majelis Rasulullah, untuk melaksanakan niatnya. Umar bin Khattab yang melihat gelagat buruk itu, langsung menghadang Tsumamah. Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?”
Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, “Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”. Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung meringkusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya, kemudian ia dibawa ke masjid.
Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid, Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah. Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik yang terlihat kelelahan dan ketakutan. Kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?”.
Para shahabat Rasul tentu saja kaget dengan pertanyaan Rasulullah. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang Andamaksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!”
Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu”. Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah.
Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa-Llah (Tiada ilah selain Allah). ”Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”. Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.”
Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!” Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah dan berseri ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muahammad Rasul Allah.”
Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?” Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karenamengharap keridhaan Allah Robbil Alamin.”
Pada suatu kesempatan, Tsumamah berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, 

TIADA SEORANG PUN DI MUKA BUMI YANG LEBIH KU CINTAI 
SELAIN MUHAMMAD RASULULLAH”