Sabtu, 28 Desember 2013

Tifatul ukir sejarah manis di akhir jabatan Menkominfo


Merdeka.com - Meraup penerimaan Negara bukan pajak (PNBP) sebanyak Rp 13,59 triliun sepanjang 2013, Menkominfo Tifatul Sembiring mengukir sejarah manis di akhir masa jabatannya sebagai Menkominfo, mengingat pemerintahan baru akan terbentuk tahun depan.

Catatan PNBP tersebut tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Kementerian Kominfo. 

"Sampai akhir 2013, kami berhasil mengumpulkan PNPB Rp 13,59 triliun. Penerimaan ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah kementerian," kata Menkominfo Tifatul Sembiring dalam Evaluasi Akhir Tahun Program Kementerian di kantornya, Jakarta, Jumat (27/12).

Dia menambahkan pencapaian penerimaan bukan pajak itu sama dengan 110,94 persen dari target yang telah ditetapkan. Selain itu, Tifatul juga mengungkapkan sepanjang tahun ini Kominfo hanya menggunakan anggaran Rp2,9 triliun saja.

Jumlah PNPB tahun ini mengalami kenaikan 17,3 persen dari PNPB 2012 yang mencapai Rp 11,58 triliun.

Tifatul mengatakan secara kontribusi PNPB, Ditjen SDPPI (Sumber Daya dan Perangkat dan Pos Informatika) memberikan pemasukan yang terbesar dengan Rp 10,8 triliun, terutama dari biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi.

Sumber :
=================================================================================
Hegemoni Mafia vs PKS
Status ini merupakan 'pemanasan' sebelum saya menjawab operasi penyesatan ala intelejen kepada PKS ("DECEPTION OPERATION OF INTELLIGENCE FOR PKS" Part II -ed).
Ada hukum sebab akibat, ada api yang menyebabkan asap begitu banyak menutupi mata. "..PKS itu adalah 'musuh' bersama bagi para kaum the untouchables negeri ini"
(jenderal sjafrie sjamsoedin, wamenhan). Saya sependapat dengan kalimat diatas
Semua ada sejarah nya, ada catatan dan kisah di balik itu semua bisa terjadi. Tengoklah setelah era reformasi, dan pemilu 1999 yang mengantarkan PKS atau PK masuk dalam parlemen secara resmi. Jargon partai bersih dan santun menjadi hal penarik buat publik untuk lebih jauh mengetahui dan mengenal PK atau PKS.
Resiko sebagai partai dakwah dan masuk jajaran partai pemerintah, otomatis memberi efek perubahan kepada PKS menjadi salah satu partai yang ikut mengambil keputusan keputusan penting di negeri ini
Berbicara keputusan, pasti berbicara pro dan kontra. Kaum yang pro kepada keputusan PKS adalah kubu yang menginginkan perubahan dan perbaikan atas negeri ini. Sementara bagi kubu yang kontra, tentu keputusan PKS adalah keputusan yang merugikan bagi usaha dan kantong kantong milik mereka (para mafia dan broker)
Tengoklah kisah tentang asas sebab akibat yang saya catat terkait PKS, berikut ini;
"Pada bulan maret tahun 2000, Bob Hasan 'mafia' kayu dan proyek anggaran di kemenhut diTAHAN oleh pihak kejaksaan agung. Siapa yang tak mengenal bob hasan, salah satu pemilik astra dan terkenal sebagai orang nya cendana
Ini adalah hasil terkait program penangkapan bagi para pembalak liar dan praktek illegal loging yang dikampanyekan Nur Mahmudi Ismail kemenhutbun yang memang kader PKS. Disebabkan perjuangan Nur Mahmudi Ismail tersebut, para mafia kayu pun bersengkongkol bersama untuk memberi pelajaran, lewat kasus mark up pembelian helikopter yang menyeret Soeripto sekjen dephutbun yang notabone adalah juga kader PKS
*Selanjutnya kisah penghapusan judi togel di indonesia, kisah nya berawal ketika PKS di komisi III memberi suara nya kepada Sutanto dan merangkul Adang Daradjatun untuk masuk kedalam lingkungan PKS. Penetapan Sutanto menjadi kapolri, PKS memang memiliki nota kesepahaman terkait pemberantasan dan penutupan judi togel di indonesia dan sutanto setuju untuk hal tersebut. Sementara itu, judi togel adalah bisnis hitam para mafia milik cendana dan berhasil dihapuskan pada saat Sutanto memimpin. Rahasia terkait tiga poin; Sutanto, PKS dan Adang Daradjatun pada pemilihan kapolri pada saat itu, memang diketahui para mafia hitam. Dan kebetulan jago mereka yaitu Makbul Padmanegara kalah dalam pemilihan tersebut di komisi III DPR
*Selanjutnya penutupan situs situs porno dan pemberantasan pembajakan dan peredaran video porno di indonesia. Tindakan ini juga hasil upaya dari kader PKS Tifatul Sembiring yang ditunjuk menjadi menkominfo. Ribuan situs porno berhasil ditutup dan peredaran video porno dan bisnis didalamnya pun banyak yang gulung tikar. Tindakan ini pun berefek pada taktik balas dendam yang dilakukan para mafia lewat kiriman 'tak diundang' kepada anggota DPR PKS Arifinto, ditambah media bayaran yang memang sudah mendapat pesanan untuk memberitakan hal tersebut.
Jujur, saya akui, apa yang dilakukan PKS selalu membawa dampak luka buat para mafia di indonesia. Luka yang menciptakan goresan goresan yang tidak akan bisa dilupakan. Dan inilah yang menjadi motivasi berjamaah di para makelar (broker) serta para mafia untuk melawan PKS
Bagi mereka sekarang cuma satu tujuan yaitu lawan PKS, akhirnya kalimat yang selalu sama pun mereka perjuangkan untuk dikampanyekan yaitu asal bukan PKS dan jangan sampai PKS.
hmmmmm. Memang berat resiko perjuangan itu. Mereka akan hacurkan PKS melalui jargon perjuangannya sebagai partai yang bersih dan peduli.
Saya sendiri mengambil kisah di atas bukan karena saya orang atau kader PKS, tapi karena saya memang tahu kisah di atas ketika saya masih bekerja menjadi asisten tenaga ahli anggota DPR dari fraksi PBR Anhar Nasution, dimana PKS selalu menjadi lawan bagi hal berbau kemungkaran semisal praktek suap dan gratifikasi dan menjadi kawan seperjuangan ketika agendanya terkait pembelaan Islam..
Setiap catatan tentang kisah perjuangan dan kebenaran, tidaklah pernah ada didalamnya tawa dan selalu senyuman penuh kebahagiaan, TAPI yang ada adalah justru perlawanan dan ujian yang akan memberikan air mata sebagai penyubur azzam dihati untuk terus berjuang dan melawan kedzaliman..
=================================================================================
Tujuh Kader PKS Ini Layak Jadi Presiden Republik Indonesia
Ini adalah Pemimpin-pemimpin Bangsa yang sarat prestasi tapi kurang publikasi. Tidak seperti yang sering digembar-gemborkan oleh media yang doyan mempublish tokoh-tokoh bermodal popularitas, uang dan citra belaka. Dalam mengemban amanah negara dibutuhkan pemimpin yang religius, amanah, cerdas dan merakyat. sosok inilah yang sangat dinanti-nantikan rakyat di bumi kita tercinta ini. Maka inilah sosok yang diharapkan pantas untuk menjadi Presiden RI.

1. DR. Hidayat Nur Wahid 
Siapa yang tidak kenal sosok santun dan tegas ini. Ia adalah politisi, ustadz dan cendekiawan “Lulusan S1, S2 dan S3 dari Universitas Islam Madinah ”yang bergaya lembut serta mengedepankan moral dan dakwah. Sosoknya semakin dikenal masyarakat luas setelah ia menjabat Presiden Partai Keadilan (PK), kemudian menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai ini memperoleh suara signifikan dalam Pemilu 2004 yang mengantarkannya menjadi Ketua MPR RI pertama yang Hafal Al-Qur’an. Kepemimpinannya memberi warna tersendiri dalam peta perpolitikan nasional. Dalam pemilu 2014 semua pihak meletakkan harapan ke pundak beliau untuk menjadi Pemimpin negeri Indonesia di masa yang akan datang.
2. Ir. Tifatul Sembiring
Dia salah seorang 'anak panah' (kader) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang siap diluncurkan ke mana saja oleh pemegang busur (Majelis Syura) selaku lembaga tinggi partai. Dia menjadi anak panah ketiga yang menerima estafet kepemimpinan PKS. Tifatul Sembiring dipercaya menjabat Presiden PKS menggantikan dan melanjutkan kepemimpinan Hidayat Nur Wahid yang mengundurkan diri setelah terpilih menjadi Ketua MPR. Beliau juga sukses menjalankan amanah sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi pada kabinet pemerintahan SBY. Banyak terobosan dan prestasi yang beliau ukir selama menjabat sebagai Menkominfo.
3. Anis Matta Lc
Ia merupakan salah satu politisi muda berpengaruh dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sekjen DPP PKS dan Wakil Ketua DPR (2009-2013) yang kutu buku ini aktif menulis di berbagai media Islam dan sudah menghasilkan sejumlah buku. Anis matta juga menjadi Sekjen PK dan PKS selama 4 periode kepemimpinan. Walaupun akhirnya beliau menjabat sebagai Presiden PKS menggantikan Ustad Lutfi Hasan Ishak dalam kondisi penuh badai dan prahara fitnah. Tidak perlu disangsikan lagi, beliau adalah sosok arsitek sentral di PKS dalam menentukan kebijakan dan strategi politik partai walaupun semuanya tetap diputuskan oleh Majelis Syuro.
4. Ahmad Heryawan Lc
Ustadz Ahmad Heryawan sosok sederhana yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja secara ekonomi adalah anak yang cerdas. Sebagai buktinya dia pernah diterima sebagai mahasiswa Kedokteran UI dan IPB akan tetapi dikarenakan terbelit ekonomi keluarga yang tidak mencukupi secara ekonomi. Beliau pun banting setir dan memutuskan menerima beasiswa kuliah di LIPIA di Jakarta. Di tempat inilah beliau ditempah menjadi Pemimpin Muslim yang cerdas, kuat dan beramal. Sekarang beliau menjabat sebagai gubernur Jawa Barat dua periode dengan torehan prestasi dan penghargaan melampaui nominal 120. Sungguh luar biasa. Sungguh pantas jika beliau menjadi Capres RI 2014
5. Prof. Irwan Prayitno
Seorang politisi yang memiliki komitmen moral yang dilandasi ajaran agama yang dianutnya. Karir politik Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Reformasi (Partai Keadilan), ini memang berawal dari dakwah di kampus-kampus. Ketika pendirian PK, ia masih kuliah S-3 di Universitas Putra Malaysia (UPM), dan dipercaya menjadi Ketua Perwakilan PK di Malaysia. Kemudian dalam Pemilu 1999 terpilih menjadi anggota DPR dari Sumatera Barat.Sekarang beliau diamanahi oleh rakyat Minang sebagai Gubernur Sumatera Barat. Banyak sekali kebijakan strategis yang berhasil beliau laksanakan. Seperti penanganan gempa yang melanda Pulau Mentawai dan sebagian wilayah Sumatra Barat yang beliau tangani secara efektif, efesien dan tepat sasaran. Bahkan beliau tidak segan-segan tidur dan makan bersama pengungsi di barak. Dengan kapasitas akademik, pengalaman beliau di DPR RI dan ketangkasan beliau menahkodai SumBar. Maka tidak salah jika kita menempatkan beliau sebagai Calon Alternatif potensial dalam Pilpres 2014.
6. Gatot Pujo Nugroho ST
Mungkin tidak banyak yang mengenal sosok beliau. Karena namanya mulai dikenal secara regional maupun nasional ketika secara mengejutkan beliau terpilih sebagai Wakil Gubernur Sumatera utara mendampingi Syamsul arifin. Latar belakang beliau seorang akademisi dan bukan Putra asli kelahiran Sumut menjadi hal menarik untuk dikaji. Walaupun pada akhirnya beliau menjabat sebagai Pjs Gubernur ketika Syamsul arifin harus ditahan karena kasus korupsi. Sekarang beliau membuat kejutan di Tanah batak dengan menjadi Gubernur Sumut pertama yang berasal dari suku jawa. Juga saat peninjauan Harta kekayaan CaGub Sumut. Beliau adalah calon termiskin dari diantara seluruh kandidiat. Maka dengan dedikasi tinggi dalam menjalankan amanah dan kredibilitas beliau selama ini. InsyaAllah beliau siap menjadi senjata rahasia PKS dalam Pilpres 2014 nanti.
7. Prof Dr. Nur Mahmudi Ismail 
Di akhir wacana ini. Saya kenalkan sosok yang terlupakan tapi tidak pernah melupakan amanah dakwah beliau sebagai Hamba Allah. Beliau mulai dikenal dalam dunia politik saat secara syuro dipilih menjadi Presiden Pertama Partai keadilan. Seorang professor lulusan Amerika ini sekarang menjabat sebagai Walikota Depok berjalan dua periode. Bagi para pengamat beliau adalah sosok fenomenal yang jauh dari publikasi media walaupun banyak prestasi yang beliau torehkan di Bumi depok. Infrastruktur jalan yang memadai, pendidikan layak dan mereta dan tatanan birokrasi yang jauh dari KKN. Sehingga wajar jika kita memberi gelar beliau sebagai Mursi Indonesia. Dikarenakan memiliki latar belakang yang sama secara akademis.