*Dari wall fb Erizeli Bandaro:
Saya punya teman kepala Daerah. Dia cerita bahwa ketika dia awal memimpin, hasil padi per hektar hanya 3,5 ton.
Menurutnya dengan hasil 3,5 Ton perhektar jelas tidak feasible. Ini merugikan petani. Maklum teman ini berlatar belakang pengusaha.
Menurutnya dengan hasil 3,5 Ton perhektar jelas tidak feasible. Ini merugikan petani. Maklum teman ini berlatar belakang pengusaha.
Bagaimana caranya meningkatkan hasil petani ? Dari staff nya dia tidak mendapatkan solusi terbaik mengenai ini.
Dia bertanya kepada ahli Pertanian di Universitas, didapat masukan bahwa satu hektar bisa dihasilkan padi lebih 4 Ton. Bisa 8 Ton dan dua kali panen setahun. Yang lebih penting lagi bahwa tekhnology tanam tidak menggunakan pupuk urea tapi pupuk organik yang ongkosnya lebih murah.
