Tampilkan postingan dengan label Michael Gorbachev. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Michael Gorbachev. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Agustus 2018

HNW: Atasi Terorisme-Radikalisme-Separatisme, Pahami Pancasila Dengan Benar


TANGERANG SELATAN -Terorisme, Radikalisme dan Separatisme tak akan jadi masalah bagi bangsa Indonesia jika satu syarat terpenuhi. Syarat itu adalah: pahami Pancasila dengan baik dan benar.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nur Wahid ketika membuka Sosialisasi Empar Pilar di Aula Student Centre Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (31/7/2018).

Untuk itulah Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini diselenggarakan. Soalnya, selama ini mungkin ada hal yang ditutupi-tutupi, sehingga menimbulkan saling curiga, tutur Hidayat.

Selasa, 17 Juli 2018

HNW: Kaum Pekerja Paham Pancasila, NKRI Tak Akan Hancur


TANGERANG - Jika kaum pekerja memahami pentingnya Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan pernah tercerai berai. 

Karena itu, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bagi kalangan pekerja adalah bagian penting agar kaum pekerja makin memahami dan mencintai Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Hidayat Nur Wahid, MA saat membuka Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bagi kalangan pekerja, bekerjasama dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) se-Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan), Sabtu (14/7/2018) di Gedung Pertemuan Surya Kencana Abadi, Kota Tangerang.

Rabu, 22 November 2017

HNW: Berpegang Pada Empat Pilar Agar Indonesia Tetap Bersatu



Saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada masyarakat di Tanah Abang, Jakarta, 17 November 2017, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menceritakan beberapa tahun yang lalu ada negara adi daya yang bernama Uni Soviet. 

Negara besar yang pernah ada itu akhirnya bubar setelah ada kebijakan keterbukaan yang diluncurkan oleh Presiden Mikhail Gorbachev. "Mereka bubar menunjukan ideologi yang dimiliki tidak kokoh," ujar.