Tampilkan postingan dengan label Sri Bintang Pamungkas Dr. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sri Bintang Pamungkas Dr. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2015

"SURAT TERBUKA" Untuk Prabowo Agar Selamatkan Indonesia


SURAT TERBUKA

Kepada Yth.: Bapak Prabowo Subianto, DR. Ing. H. BJ. Habibie, Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Hutomo Mandala Putra, Yusril Ihza Mahendra, Ahmad HeryawanAssalamu'alaikum Wr. Wb.,
Bersama surat ini, teriring salam hormat dan do'a dari saya seorang anak bangsa yang sangat mengharapkan kedamaian, keutuhan dan keselamatan Bangsa dan Negara yang sama-sama kita cintai ini.
Bapak-Bapak Bangsa yang saya cintai,
Memperhatikan situasi dan kondisi Rakyat saat ini dan dengan memahami kondisi Bangsa dan Negara akhir-akhir ini. 

Kamis, 18 September 2014

Fungsi Wakil Rakyat yang Terlupakan


Sering kita mendengar ada oknum Anggota Dewan meminta jatah dana aspirasi yang berhasil digolkan dengan perantara dia. 
Dengan alasan bukan untuk kepentingan pribadi dan macam-macam alasan lainnya, setengah memaksa untuk meminta bagian dari penyaluran dana aspirasi tersebut. 
Kemudian karena si penerima merasa berhutang budi, maka harus ada balas jasa, sehingga terjadilah transaksi sunat menyunat yang dilakukan atas dasar suka sama suka.

Begitu juga dalam birokrasi ketika ada eksekusi berbagai proyek pembangun fisik atau non fisik, seringkali dijumpai pemotongan siluman. Artinya pihak si penerima tidak utuh menerima uang yang seharusnya diterima, sementara harus mau menandatangani kwitansi sejumlah uang yang tidak sama dengan yang diterima. Hal seperti ini sudah menjadi menjadi budaya, berurat berakar, mendarah daging dan bertulang sumsum di tengah-tengah masyarakat kita.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Sri Bintang Pamungkas : Prabowo Boleh Kalah, Tapi Jokowi Tidak Boleh Menang


DR.Sri Bintang Pamungkas bicara lantang, dan mengatakan, Prabowo boleh kalah, tapi Jokowi tidak boleh menang', tegasnya dalam acara diskusi yang digelar oleh Progres 98, di cafe Taman Ismail Marzuki.
Bintang menambahkan, dibelakang Jokowi adalah para konglomerat hitam yang sudah menghabiskan uang rakyat ratusan triliun, tambahnya. Bagaimana Jokowi akan membela rakyat, jika dibelakangnya para konglomerat hitam, tukasnya Bintang.?
Bintang juga tidak percaya terhadap keputusan MK (Mahkamah Konstitusi), karena kasus yang menimpa mantan Ketua Akil Mochtar, yang kemudian dihukum seumur hidup oleh pengadilan Tipikor, menandakan MK tidak dapat dipercaya, ujarnya. Bahkan MK diplesetkan sebagai 'Makelar Kasus'.