Tampilkan postingan dengan label AS Hikam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AS Hikam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Januari 2019

PKS: Antara 2009 dan 2019


Lagi heboh #10YearChallenge. Netizen berlomba-lomba memajang foto dirinya. Membandingkan saat 2009 dan 2019. 

Banyak perubahan. Dari kurus jadi gemuk. Dulu jomblo sekarang sudah menikah dan punya anak.

Sepertinya bagus juga tantangan ini dibuat untuk partai politik. Apalagi tahun 2019 ada pemilu. 

Rentang 10 tahun pastinya banyak perubahan, terlebih di panggung politik yang dinamis.

Nah, izinkan saya memotret Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ya...Rentang waktu 10 tahun, apa saja perubahan yang sudah dilakukan partai dakwah ini.

Senin, 20 April 2015

PKS, Mazhab Baru dan Metamorfosa yang Belum Tuntas


Mungkin sama sekali tak ada yang menduga Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mampu bertahan hingga kini. 
Bermacam stigma negatif seperti eksklusif, tak memiliki akar sejarah di Indonesia, beraliran wahabi dan tak lolosnya parliamentary treshold pada pemilu 1999 yang memaksanya berganti nama dari Partai Keadilan (PK) menjadi PKS, membuat banyak pihak skeptis terhadap partai dakwah ini. 

Selasa, 03 Desember 2013

Pengamat Politik AS Hikam: Bravo Pemira PKS !


Eksperimentasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjaring calon presiden melalui Pemilihan Raya (Pemira), patut dipantau dan diapresiasi.
“Hemat saya, ketimbang konvensi/audisi ala Partai Demokrat, pemira jauh lebih riil dan merupakan sebuah praktik demokrasi yang lebih representatif,” ujar pengamat politik senior AS Hikam (Minggu, 1/12)….
Hikam menilai Pemira PKS ini adalah konvensi partai yang sebenarnya karena mirip dengan model konvensi yang dilakukan di Amerika Serikat.
“Mereka yang memilih adalah para angota PKS yang memiliki kartu anggota, bukan sekadar pendukung atau simpatisan. Para pemilih Pemira juga bebas dan rahasia menentukan pilihan mereka,” jelas doktor Ilmu Politik jebolan University of Hawaii at Manoa (UHM) Amerika Serikat ini.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Wow... Anas Semakin Berani Suruh KPK Panggil Ibas Dan Presiden SBY... Tapi Emang Berani ?

Mantan Ketum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, telah melakukan manuver "gajah". 
Yakni, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memanggil Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen DPP Demokrat,  Eddy Baskoro Yudhoyono.
Pendapat itu disampaikan pengamat politik Muhammad AS Hikam, seperti dirilis The Hikam Forum. "Anas Urbaningrum (AU) sedang membuat manuver yang bisa berimplikasi politik serius jika digoreng oleh media dan para politisi lawan SBY," tegas AS Hikam.

Senin, 13 Mei 2013

AS Hikam: Abraham Samad Cs seperti Tokoh Humor dari Timur Tengah


Dakwatuna.com - Penetapan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka dalam kasus impor sapi merupakan hak dan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun demikian, hal ini memicu pertanyaan besar dari sementara pengamat.
“Sebagai pengamat saya punya hak bertanya kepada KPK. Kalau Presiden PKS langsung ditetapkan sebagai tersangka, mengapa Ketua Umum Demokrat belum juga diproses padahal sudah puluhan orang dipanggil untuk dimintai keterangan,” 
kata pengamat politik AS Hikam (Kamis, 31/1).
Karena itu, Hikam menyamakan Abraham Samad dan juga KPK dengan Nasaruddin Hoja, sosok yag ada dalam cerita humor dari Timur Tengah.