Tampilkan postingan dengan label Busyro Muqoddas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Busyro Muqoddas. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2016

Sejak Santoso Tewas Khawatir Akan Dilaunching Nama Baru


Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas mempertanyakan tren pemberantasan teroris yang dilakukan aparat penegak hukum.
Alih-alih mengurangi populasi teroris yang ada, namun pelaksanaan operasi justru sebaliknya.
"Sekarang justru timbul pertanyaan yang bersifat hipotesis, apakah ada terorisme by design? Sejak 2001 sampai 2016, teroris itu jumlahnya tidak turun, tidak juga flat, tapi justru naik," kata Busyro di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (25/7/2016).

Jumat, 08 Januari 2016

Berkunjung ke Muhammadiyah, PKS Dapat Nasihat Perjuangan



Jakarta (6/1) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman, beserta Ketua Majelis Syuro Habib Salim Segaf Al-Jufri dan para pengurus DPP PKS melakukan kunjungan silaturahmi ke Pengurus Pusat Muhammadiyah.
Kunjungan silaturahmi tersebut diterima dengan hangat oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Ketua Busyro Muqoddas. PKS menerima masukan yang konstruktif dari Muhammadiyah.
“Biarkan kami (Muhammadiyah) menjadi khotib yang memberikan nasihat terhadap perjuangan PKS,” kata Haedar Nashir di gedung PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2016).

Rabu, 04 Maret 2015

Ahok, Kuasa Media dan Petuah Lord Acton


Tahun 2007 yang silam terbit sebuah buku berjudul 10 Penguasa Terkorup Dunia karya Yuanda Zara dan kawan-kawan terbitan Pustaka Timur. 
Buku tersebut memuat 10 nama pemimpin besar dunia serta rekam jejak Korupsinya mulai dari Soeharto Presiden Indonesia sampai dengan Joseph Estrada Presiden Filipina yang memenangi pemilu pada tahun 1998. 
Data tersebut didasarkan pada program Stolen Asset Recovery Initiative (STAR Initiative) suatu program kerja sama antara PBB dengan Bank Dunia dalam rangka menyelusuri dana haram yang dikeruk oleh para pemompin korup dari negaranya sendiri. 
Indonesia menempati urutan pertama sayangnya untuk hal korupsi. Hal-hal penting yang patut kita simak dalam buku tersebut adalah: pertama, petuah Lord Acton sejarawan Inggris yang mendunia terkait hubungan korupsi dengan kekuasaan. Kedua: adakah kesamaan pola diantara tokoh-tokoh koruptor dunia tersebut? Ketiga: kondisi khusus korupsi Indonesia.

Selasa, 17 Februari 2015

Seandainya Abraham Samad Menuruti Nasehat Fahri Diawal Menjabat Ketua KPK


Pada tanggal 3 Desember 2011 melalui voting pemilihan Ketua KPK oleh 56 orang dari unsur pimpinan dan anggota Komisi III DPR, Abraham Samad mengalahkan Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja. 
Abraham memperoleh 43 suara, Busyro Muqoddas 5 suara, Bambang Widjojanto 4 suara, Zulkarnain 4 suara, sedangkan Adnan 1 suara.
Abraham Samad lalu menjadi Ketua KPK, resmi dilantik di Istana Negara oleh Presiden SBY pada tanggal 16 Desember 2011.

Selasa, 13 Agustus 2013

Kenapa Laporan Nazaruddin Selalu Ditolak KPK, Sedangkan Laporan Ahmad Fathanah Diterima ? Ada Yang Bisa Jawab ?

Akhir Juli lalu, mantan anggota DPR yang kini terpidana korupsi Wisma Atlet SEA Games Muhammad Nazaruddin mengungkapkan 11 kasus korupsi anggota DPR kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 
Setelah menuai bantahan dari para mantan koleganya di lembaga legislatif, kini nyanyian Nazaruddin itu juga ditanggapi dengan cercaan dari para anggota KPK.
Keinginan Nazaruddin memenuhi janji kepada rakyat Indonesia untuk mengungkap segala yang ia ketahui tentang proyek-proyek anggota DPR pun sepertinya bakal kandas.