Tampilkan postingan dengan label Johan Budi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Johan Budi. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Februari 2015

Pernyataan Fahri Yang Terekam Kamera dan Bikin KO KPK


Ini pernyataan dari seorang Fahri Hamzah tentang KPK dan penegakkan hukum yang disampaikan saat acara ILC setahun lalu, 21 Januari 2014. Mungkin ini pernyataan Fahri yang paling gamblang tentang KPK dan betapa sudah melencengnya penegakkan hukum.
Akan lebih terasa banget gregetnya kalau menonton videonya (ada link Youtube dibawah). Berikut kutipan transkripnya:
Einstein menyatakan 'Kegilaan itu orang yang melakukan hal yang sama berkali-kali dan mengharapkan hasil yang berbeda'. Dan itulah yang tercermin dalam lebih 10 tahun agenda pemberantasan korupsi di negeri ini.

Sabtu, 27 Desember 2014

Fenomena Terbaru, Sejumlah Mantan Petinggi KPK Duduki Posisi Penting di BUMN


Fenomena masuknya ex staff Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), baik pada level pemimpin atau jajaran di bawahnya, ke sejumlah posisi strategis di jajaran pemerintahan dan BUMN pasca meninggalkan lembaga super body itu menjadi catatan baru untuk publik.
Sebut saja mantan Ketua KPK, Taufiqurrahman Ruki yang kini ditujuk sebagai Komisaris Utama PT Bank Jawa Barat Banten (BJB). 
Sebelumnya, Ruki ditunjuk sebagai sebagai Komisaris Utama PT Krakatau Steel.
Sedangkan, Erry Riyana Hardjapamekas ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Bank BNI 46. 

Jumat, 11 April 2014

Membaca "Pertemuan Dubes Amerika dengan KPK"


KPK PROJO DI BACK UP USA
Duta besar Amerika Robert O Blake Jr datangi kantor KPK sore ini (Jumat, 11/4/2014). Informasi yang diberikan oleh jubir Johan Budi; kedatangan dubes amerika untuk mengenalkan diri kepada pimpinan KPK.

Saya jadi ingat peristiwa ketika dubes sebelumnya Scot Marcier yang tahun lalu datang ke KPK dan setelah kedatangan itu, LHI di tahan KPK. Kedatangan Robert Blake kali ini di dampingi oleh beberapa agen FBI. Alasannya Robert Blake bahwa akan adanya hubungan kerjasama dan saling belajar antara KPK dan pemerintah Amerika. 

Rabu, 06 November 2013

Rp 10 Trilyun, Harga yang Pantas Untuk LHI


Persidangan kasus suap impor daging mulai memasuki babak penuntutan. Setelah sekian lama masyarakat diombang-ambing oleh rumor dan ketidakpastian, akhirnya keputusan menjelang. 
Siapa yang salah, bagaimana duduk perkaranya, dan apa hukumannya akan ditetapkan. 
Ahmad Fathonah si playboy cap tempurung telah dijatah 17,5 tahun penjara. Yang lain-lain segera menyusul, termasuk tentu saja, sang lakon utama yang fenomenal, Mantan Presiden PKS, Luthfi Hassan Ishaq. 

Jumat, 01 November 2013

Deception Operation of Intelligence for PKS Bagian 2 A



Ini adalah sambungan dari Bagian pertama 
Dalam kasus suap impor daging sapi, ada tiga jaringan besar yang bekerja secara masif untuk menghancurkan nama baik PKS
tiga jaringan besar yang memang sudah lama antipati kepada semakin besar dan berkembangnya PKS.

Pertama, 
JARINGAN JIL vs PKS 
Jaringan islam liberal memang punya penilaian tersendiri atas keberadaan PKS. PKS lah partai yang paling menolak keberadaan mereka (kaum JIL) melalui gerakan anti JIL yang selalu dikampanyekan kader kader PKS di bawah.
Jaringan JIL pada kasus suap impor sapi adalah dengan keterlibatan seorang Elda Devianne Adiningrat. Elda Devianne Adiningrat dan suami Denny Pramudia Adiningrat adalah pasangan yang menganut aliran kepercayaan (berdasarkan informasi orang dalam kejaksaan).

Minggu, 16 Juni 2013

Dimanakah Nurani KPK & Media ?


Segenap perasaan singgah di dalam diri saya, kala mendengar dan membaca berita tentang pengembalian sebuah mobil fortuner yang disita oleh KPK pada bulan Mei lalu kepada PKS. 
Awalnya mobil ini diduga merupakan salah satu harta kekayaan milik Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dari hasil "kejahatannya" dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). 
Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata mobil itu bukanlah kepunyaan Ustadz LHI melainkan milik Ahmad Zaky, yang tak lain adalah asisten dari Ustadz LHI.
Marah, kesal, miris tapi juga sekaligus geli. Alangkah naifnya lembaga sekelas KPK melakukan tindakan yang tidak masuk akal, dan (maaf) menurut saya sangat ceroboh sekali.