Tampilkan postingan dengan label Din Syamsuddin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Din Syamsuddin. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Maret 2021

Mimbar Demokrasi Kebangsaan Fraksi PKS : Moderasi Islam Faktor Penting Kebangsaan Indonesia


Jakarta (13/03) — Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini memberikan sambutan pada Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan Fraksi PKS DPR #2 dengan tema ‘Moderasi Islam dan Kebangsaan Indonesia’ yang digelar secara virtual hari ini, Jum’at (12/03/2021).

Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Din Syamsudin, Prof. Dr. Azyumardi Azra, dan Dr. Hidayat Nurwahid.

Dalam sambutannya Jazuli menegaskan bahwa PKS sebagai partai Islam memiliki peran strategis dalam menghadirkan Islam yang rahmatan lilalamin di bumi Indonesia. Bukan hanya bagi bangsa Indonesia tapi juga alam dan lingkungan, karenanya PKS selalu bersikap kritis terhadap kebijakan yang merugikan rakyat, merusak hutan, dan lingkungan.

Jumat, 21 Agustus 2020

Teror Terhadap Ulama, HNW : Ada Yang Dilupakan Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara



Dihadapan pengurus, anggota dan peserta Mukernas Pimpinan Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA, menyatakan prihatin terhadap aksi teror, intimidasi dan perundungan yang menimpa para ulama. 

Perundungan itu terjadi menurut Hidayat karena pelakunya tidak menyadari betapa besar jasa dan peran para ulama bagi kemerdekaan serta keutuhan NKRI. Akibatnya, tanpa merasa bersalah sedikitpun, mereka terus meneror ulama.

Rabu, 19 Agustus 2020

HNW: Teror Terhadap Deklarasi Kami Adalah Warisan Penjajah Dan Ciderai Demokrasi



Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA menilai, ancaman teror dan intimidasi serta pembajakan akun yang dialami sejumlah Tokoh Nasional yang mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebagai warisan penjajahan. 

Ancaman teror dan intimidasi seperti itu tidak sesuai dengan nilai demokrasi dan prinsip negara hukum, yang sudah disepakati berlaku di Indonesia, dan seharusnya dijaga serta dijunjung tinggi.

Minggu, 19 November 2017

MSI: Muhammadiyah Miliki Peran Besar untuk Bangsa


Yogyakarta (17/11) -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Sohibul Iman (MSI) turut hadir dalam peringatan milad Muhammadiyah ke-105 tahun di kompleks Keraton Yogyakarta. Jumat (17/11) malam.

MSI tampak duduk di kursi depan bersama beberapa pimpinan partai politik dan lembaga negara. 

MSI tampak akrab bersama para tokoh Muhammadiyah seperti Din Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mut’i.

Selasa, 15 Agustus 2017

Hidayat Nur Wahid: Pendidikan Menguatkan Pemikiran Islam Yang Moderat


Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid membuka seminar internasional bertema :
 "Peran Perguruan Tinggi dalam Penguatan Pemikiran Islam Moderat" di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta, Senin (14/8). 
Seminar Internasional ini dihadiri Sekretaris Jenderal Rabithah Alam Islamy, Dr. Mohammad Abdulkarim Alissa.

Dalam kesempatan itu Hidayat Nur Wahid mengungkapkan bahwa Indonesia tidak hanya besar dalam jumlah penduduk beragama Islam, tapi juga dalam jumlah pendidikan Islam. "Indonesia juga terbesar di dunia dalam jumlah pesantren, pendidikan Islam, perguruan tinggi Islam. Ini yang sering dilupakan," kata Hidayat.

Senin, 03 Oktober 2016

Aher Resmikan Pusat Kemanusiaan AMCF


Bandung (4/10) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meresmikan Pusat Kemanusiaan yang dibangun oleh Yayasan Muslim Asia atau Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam acara Gala Dinner dan Soft Launching Program Pusat Kemanusiaan AMCF di Hotel Aryaduta, Jl. Sumatera Kota Bandung, Senin (3/10/16) malam.
Yayasan Muslim Asia merupakan organisasi nirlaba, yaitu lembaga amal internasional yang bergerak diberbagai bidang sosial dan kemasyarakatan. Sementara Pusat Kemanusiaan yang didirikan oleh AMCF di Jawa Barat sebagai pelopor atau pertama di Indonesia dan diharapkan akan menjadi percontohan Pusat Kemanusiaan yang akan dibangun diberbagai daerah lainnya di Indonesia.

Minggu, 01 Juni 2014

3 Kampanye Capres Dekati Pemilih Islam yang Malah Jadi ‘Senjata Makan Tuan’



Dalam rangka mendekati pemilih Islam, Tim Kampanye salah satu capres menyebarkan keahlian capresnya. Sayangnya, pernyataan dan berita-berita yang dirancang sebagai kampanye itu justru menjadi senjata makan tuan. Apa saja ? Berikut ini 3 contohnya:

Memberitakan Capres Jadi Imam Dzuhur, Bacaan Qur’an-nya Panjang dan Bagus
Media-media pro capres tertentu memberitakan bahwa Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin memuji capres tersebut bacaan Qur’an-nya panjang dan bagus saat menjadi Imam Zhuhur di kantor PP Muhammadiyah. Sejak awal dirilis, berita itu sangat menggelikan bagi umat Islam yang terbiasa shalat berjamaah. 

Senin, 17 Juni 2013

Larangan Mengenakan Jilbab Inkonstitusional

Polemik aturan pelarangan jilbab di ranah kepolisian republik Indonesia semakin mencuat. Berbagai protes dan kritik meluncur terhadap pelarangan kepada penggunaan jilbab. 
Khusus, melalui surat keputusan Kapolri nomor Pol: Skep/702/IX/2005 yang disebutkan bahwa penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri tidak membolehkan penggunaan jilbab.
Pelarangan ini dinilai telah melanggar nilai-nilai konstitusi, Undang-undang dasar 1945 pasal 29. Disebutkan bahwa kebebasan beribadah merupakan jaminan Negara sehingga seharusnya tidak ada lagi pengekangan terhadap praktik peribadatan, salah satunya adalah pemakaian jilbab.